Giliran Wali Kota Batu Diperiksa KPK Atas Dugaan Penerimaan Gratifikasi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Giliran Wali Kota Batu Diperiksa KPK Atas Dugaan Penerimaan Gratifikasi

  • 24-03-2021
  • dibaca :3015
Giliran Wali Kota Batu Diperiksa KPK Atas Dugaan Penerimaan Gratifikasi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.(firman)

Klikapa.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) giliran memerisa Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Orang nomor satu di Pemkot Batu itu diperiksa bersama tiga orang lainnya. Mereka diperiksa di Balai Kota Among Tani, Rabu (24/3/2021).

Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan ada empat orang saksi yang dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. Mereka diperiksa masih dengan kasus dugaan penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu pada 2011-2017. 

"Hari ini pemanggilan pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu tahun 2011-2017 masih berlanjut. KPK masih melakukan pemeriksaan yang dilakukan di Balai Kota Batu," kata Ali Fikri melalui pesan Whatsapp.

Beberapa saksi yang diperiksa adalah Yunedi, sopir mantan Wali Kota Eddy Rumpoko, Yusuf Wirausaha, Direktur PT. Tiara Multi Teknik, Ferryanto Tjokro, Direktur PT Borobudur Medecon dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Sebelumnya Tim Penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi pada 19 Maret 2021. Mereka itu adalah Nofan Eko Prasetyo, Direktur PT Gunadharma Anugerah Jaya, Pratama Gempur, Direktur Operasional Pupuk Bawang Café And Dining, Riali, Ronny Sendjojo, staf Ahli Pengembangan pada Jatim Park 2 dan Jatim Park 3 (Dino Park).

Kemudian pada 22 Maret lalu, KPK memeriksa Vincentius Luhur Setia Handoyo, Direktur PT. Agric Rosan Jaya, Zadim Efisiensi, Sekretaris Daerah Kota Batu, Nugroho Widhyanto, PNS pada Dinas Perumahan Pemkot Batu dan PPK pekerjaan pembangunan pasar kota Batu tahap 1 serta renovasi rumah dinas wali kota.

"Para saksi didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya pemberian sejumlah uang kepada pihak yang terkait dengan perkara ini yang diduga sebagai bagian dari gratifikasi. Sedangkan yang tidak hadir, akan dilakukan penjadwalan ulang, seperti Sutrisno Abdullah, pemegang Saham PT. Buanakarya Adimandiri," ujar Ali Fikri.

Sementara Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengaku dirinya tidak diperiksa oleh lembaga antirasuah tersebut. 

"KPK? pemeriksaan apa? Pemeriksaan ya di sana. Tanya yang


BERITA TERKAIT