Sepi Pembeli, Pengusaha Kripik Apel batu Bakar Produknya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Sepi Pembeli, Pengusaha Kripik Apel batu Bakar Produknya

Sepi Pembeli, Pengusaha Kripik Apel batu Bakar Produknya Sepi pembeli, pengusaha kripik Apel di batu bakar hasil produksinya.(kerisdianto)

Klikapa.com - Dampak pandemi Covid-19 dan sepi pembeli, pelaku usaha olahan kripik apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu membakar produk hasil olahannya.

Khamim Tohari, Pengusaha Keripik Apel asal Tulungrejo membakar produknya yang telah kadaluarsa atau expired. Ia membakarnya dan dijadikan pakan ternak karena sepinya wisatawan di Kota Batu. 

"Akibat penjualan sepi selama pandemi, produk kripik apel yang telah kadaluarsa kami musnahkan dengan dibakar. Sisanya kami buat pakan ternak," ujar Khamim, Selasa (23/3/2021).

"Apa yang kami lakukan ini agar produk yang sudah kadaluarsa tidak dikonsumsi masyarakat atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti diperjual belikan oknum tak bertanggung jawab," imbuhnya.

Ia menerangkan, produk yang dibakar telah tersimpan hampir satu tahun lamanya. Jika tidak segera dimusnahkan produk tersebut bisa berbahaya dan beracun saat dikonsumsi. 

Jumlah kripik yang dibakar sebanyak 1,5 ton. Kripik apel tersebut merupakan produk dari Kendedes Selecta Fruit yang sudah dipasarkan Malang Raya dan juga luar kota.

Sebelum gelombang pandemi Covid-19, Khamim mengaku bisa memproduksi satu ton per hari. Keuntungannya bisa mencapai Rp 10 juta rupiah. Akibat pandemi, sejak Maret 2020 lalu menjadi produksinya yang terakhir. 

"Akibat pandemi kami tidak bisa berbuat banyak dan mandeg produksi sementara waktu. Penjualan online pun juga sudah kami lakukan. Namun tidak bisa maksimal karena pembelian hanya terbatas. Tidak dalam skala besar," bebernya. 
 


BERITA TERKAIT