Penyelaman di Lokasi jatuhnya Sriwijaya Air Dihentikan Sementara. Ini Sebabnya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Penyelaman di Lokasi jatuhnya Sriwijaya Air Dihentikan Sementara. Ini Sebabnya

  • 13-01-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :393
Penyelaman di Lokasi jatuhnya Sriwijaya Air Dihentikan Sementara. Ini Sebabnya Anggota TNI AL yang melakukan penyelaman di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu.(ist)

Klikapa.com -Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid menghentikan sementara operasi penyelaman di lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

"Sejak pukul 13.00 WIB, penyelaman oleh semua tim saya hentikan," kata Rasyid dari KRI Rigel-933.

Menurutnya, alasan karena pada saat bersamaan, KM Baruna Jaya IV akan melaksanakan pemotretan bawah laut menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV). 

Saat mengoperasikan ROV tidak boleh ada aktivitas di bawah laut, apalagi aktivitas penyelaman, karena sangat berbahaya.

Aktivitas itu kata dia, dilakukan sejak pukul 13.00 WIB hingga Kamis (14/1) pukul 05.00 WIB. 

"Penyelaman akan dilanjutkan besok pukul 07.00 WIB," ujar Rasyid.

Hasil analisis dan pemetaan yang dilakukan Baruna Jaya akan diselami lagi, tetapi dengan cara manual, karena dua "beacon" atau pemancar signal dari Flight Data Recorder (FDR) dan Voice Recorder (CVR) sudah ditemukan sebelumnya. 

"Di bawah laut sudah tidak ada lagi petunjuk atau signal," ujarnya.

Black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh, telah berhasil ditemukan Selasa (12/1) petang. Kotak hitam yang ditemukan itu yakni Flight Data Recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan. Temuan itu oleh tim penyelam dari TNI Angkatan Laut (AL).

Sedangkan kotak hitam untuk Voice Cockpit Recorder (VCR) atau rekaman pembicaraan pilot, masih dilakukan pencarian.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. Setelah itu ditemukan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. 

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang


BERITA TERKAIT