Hari Pertama Kerja di Tahun 2021, Rupiah Berkibar Rp13.895 per Dolar AS | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Hari Pertama Kerja di Tahun 2021, Rupiah Berkibar Rp13.895 per Dolar AS

  • 04-01-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :516
Hari Pertama Kerja di Tahun 2021, Rupiah Berkibar Rp13.895 per Dolar AS ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -hari pertama masuk kerja usai musim libur Natal dan Tahun Baru, nilai tukar rupiah perkasa di posisi Rp13.895 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (4/1/2021) sore. 

Mata uang RI ini menguat 1,10 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, Kamis (30/12), yaitu Rp14.050 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.903 per dolar AS, menguat dibanding posisi hari sebelumnya yakni Rp14.105 per dolar AS.

Tidak hanya rupiah, sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,38 persen, dolar Singapura menguat 0,39 persen, won Korea Selatan menguat 0,35 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,03 persen, rupee India menguat 0,16 persen, yuan China menguat 1,05 persen, dan bath Thailand terpantau menguat 0,44 persen.

Namaun ringgit Malaysia melemah 0,30 persen dan dolar Taiwan melemah 0,02 persen.

Sedangkan mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,13 persen dan dolar Australia melemah 0,52 persen. Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,33 persen dan franc Swiss menguat 0,64 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan dolar AS dipengaruhi ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap rendah dan harapan untuk pemulihan ekonomi global dari covid-19. The Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan untuk merilis risalah pertemuan Desember pada Rabu mendatang.

Hal ini membuat investor kembali melirik aset-aset berisiko termasuk mata uang negara berkembang."Investor akan mencari detail lebih lanjut tentang diskusi terkait penyusunan panduan kebijakan ke depan, mereka lebih eksplisit dan peluang peningkatan lebih lanjut dalam pembelian aset di tahun 2021," ucap Ibrahim.

Sementara, dari dalam negeri penguatan rupiah ditopang rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi sebesar 1,68 persen sepanjang tahun lalu.

"Ini


BERITA TERKAIT