KLHK Sebut 2021 Premiun Tak Lagi Dijual di Jawa Madura dan Bali | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

KLHK Sebut 2021 Premiun Tak Lagi Dijual di Jawa Madura dan Bali

  • 13-11-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1380
KLHK Sebut 2021 Premiun Tak Lagi Dijual di Jawa Madura dan Bali ilustrasi stop penjualan premium.(ist)

Klikapa.com -Penjualan bahan bakar minyakk (BBM) jenis primiun untuk Jawa Madura dan Bali (Jumali) akan dihentikan pada 2021. Informasi  itu disampaikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) MR Karliansyah mengatakan, langkah itu disampaikan berdasarkan informasi yang yang disampaikan seorang direktur operasi PT Pertamina (Persero) dalam sebuah pertemuan pada Senin malam lalu.

"Syukur alhamdulillah Senin malam yang lalu saya bertemu dengan Direktur Operasi Pertamina. Beliau menyampaikan per 1 Januari 2021 premium di Jamali khususnya itu akan dihilangkan kemudian menyusul kota-kota lainnya di Indonesia," katanya dalam webinar yang digelar YLKI, Jumat (12/11/2020).

Disebutkan, Kementerian LHK pada tanggal 7 April 2017 telah menerbitkan Peraturan Menteri tentang Baku Mutu Emisi Gas Buangan Kendaraan Bermotor Baru untuk Kategori M, N dan O.

Beleid itu menurunkan kadar maksimal sulfur di bensin dan solar dari 500 ppm menjadi 50 ppm. Namun keberhasilan ini sangat bergantung dari penyedia BBM bermutu baik di masyarakat.

Sayangnya, di tengah upaya itu, data penjualan bensin masih menunjukkan premium dan pertalite yang mempunyai RON di bawah 91 masih mendominasi. Premium yang memiliki angka RON 88 masih mendominasi 55 persen penjualan bensin dan Petralite yang memiliki RON 90 menempati 33 persen penjualan.

Kualitas BBM ramah lingkungan menurutnya memang lebih mahal dibandingkan kualitas rendah sehingga masyarakat yang mau beli BBM kualitas rendah tersebut.

Padahal untuk kendaraan yang digunakan saat ini, teknologi sudah tidak sesuai dengan Premium, Petralite atau Solar.

"Ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama," tandasnya.
 


BERITA TERKAIT