Razia Masker sudah Sebulan Digelar tapi Masih Saja Ada Pelanggaran | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Razia Masker sudah Sebulan Digelar tapi Masih Saja Ada Pelanggaran

Razia Masker sudah Sebulan Digelar tapi Masih Saja Ada Pelanggaran Para pelanggar protokol kesehatan saat menjalani sidang di tempat.(ipunk)

Klikapa.com -Sudah satu bulan Operasi Yustisi penggunaan masker dilakukan di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Tapi pelanggaran masih saja terjadi. Setidaknya sudah hampir 500 orang yang terjaring operasi protokol kesehatan terkait virus Corona ini. 


Menurut catatan Satpol PP Kota Malang, Operasi Yustinya yang digelar sejak awal September hingga 16 Oktober lalu saja tercatat ada 469 pelanggar yang terjaring. 


“Kalau direkap sampai hari ini bisa jadi sampai 500 orang pelanggar. Karena tiap hari kita operasi dan juga pelangggar terus ditemukan,” kata Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi, Selasa (20/10/2020).

Dijelaskannya, mereka yang terjaring operasi tetap mengikuti sidang di tempat. Total denda yang terkumpul kurang lebih mencapai Rp 5 juta. Kebanyakan di antara mereka melakukan pelanggaran dengan tidak mengenakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Selain itu, para pelanggar juga cenderung melakukan aktivitas berkumpul tanpa memperhatikan physical distancing.


"Masing-masing pelanggaran itu dendanya bervariasi, tergantung kemampuan mulai dari Rp 10 ribu dan paling besar Rp 100 ribu," terang mantan camat Blimbing ini. 

Selain memberikan denda, para pelanggar juga disanksi dengan melakukan kegiatan sosial. Salah satunya dengan menyapu jalanan. 

Selain itu, sanksi sosial lain yang kerap diterapkan berupa menyanyikan lagu kebangsaan hingga pembacaan Pancasila.


"Bagusnya angka pelanggaran sampai saat ini terus mengalami penurunan. Kami rasa angka kesadaran masyarakat semakin tinggi dari hari ke hari," terabah Priyadi. 


Priyadi menerangkan operasi yustisi akan terus dilakukan. Karena operasi gabungan tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. 


"Karena target utama kami dalam operasi yustisi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," pungkasnya. (ica/aim)
 


BERITA TERKAIT