Polling Dulu Baru Sekolah Tatap Muka | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polling Dulu Baru Sekolah Tatap Muka

Polling Dulu Baru Sekolah Tatap Muka ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Pemkot Malang mulai mempersiapkan sekolah tatap muka. Secara bertahab, salah satu caranya, sekolah diminta melakukan polling atau jajak pendapat kepada wali murid. 


Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, polling itu untuk mengetahui berapa persen  wali murid dan siswa yang setuju belajar secara tatap muka berapa persen yang tidak setuju. 


Ia mengungkapkan, jajak pendapat sudah dilakukan di SMPN 8 Malang. Hasilnya 74 persen wali murid dan siswa menghendaki kembali digelar belajar mengajar tatap muka. 


“Di SMPN 8 sudah untuk kelas 7 dan 9. Nah, 74 persen ingin tatap muka. Hanya 20-an persen masih menghendaki daring. Harapannya di sekolah-sekolah lain juga lakukan jajak pendapat terlebih dahulu seperti ini,” jelas Sutiaji, Senin (19/10/2020). 

Hasil polling katanya, memudahkan kesiapan sekolah melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan tatap muka. Di sisi lain Pemkot Malang menyediakan sarana prasarana (sarpas) lengkap dan terus menurunkan angka konfirmasi Covid-19 di Kota Malang. 

Orang pertama di Pemkot Malang ini menargetkan dalam satu hingga dua bulan kedepan Kota Malang bisa masuk Zona Kuning.  

“Kalau masuk Zona Kuning kan lebih aman. Tapi nanti kita lihat lagi wilayah mana per kelurahan yang kasus Covid-19 masih banyak,” jelas alumnus IAIN Malang ini. 

Menurut dia untuk merealisasi sekolah tatap muka tetap harus disesuaikan situasi dan kondisi di masing-masing wilayah yang dekat dengan area sekolah. Misalnya, di sekitar tempat tinggal yang berdekatan dengan area sekolah masih banyak pasien terkonfirmasi positif atau tidak. 

Sehingga jika dinilai telah memenuhi syarat maka tidak ada kekhawatiran dari siapapun, dan sekolah tatap muka bisa dilaksanakan. Namun tetap melakukan pembatasan yang ketat. Seperti, jumlah siswa yang masuk kelas dibagi separonya saja, dan jam pembelajaran dikurangi.

"Ada zona yang memang sudah zero, seperti di Wonokoyo. Artinya, daerahnya kedisiplinannya sudah terjaga,” katanya. 
 


BERITA TERKAIT