Warga Bali Ditipu Pasutri di Kota Batu, Beli Masker Rp 667 Juta | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Warga Bali Ditipu Pasutri di Kota Batu, Beli Masker Rp 667 Juta

  • 16-10-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1113
Warga Bali Ditipu Pasutri di Kota Batu, Beli Masker  Rp 667 Juta Korban penipuan Pasutri di Kota Malang I Gusti Ayu Lia Maheswari saat di Mapolres Kota Batu.(ist)

Klikapa.com -Kasus penipuan berkedok bisnis masker di Kota Batu dibongkar Polres setempat. Korbannya, I Gusti Ayu Lia Maheswari asal Kabupaten Badung, Bali. Ia mengaku dirugikan Rp 667 Juta.

Kasus ini kini sedang ditangani Polres Kota Batu. Dua orang yakni pasanga suami istri (Pasutri) telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah inisial DB dan TAS warga Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu.

Namun polisi masih kesulitan untuk menahan mereka karena salah satunya kini sedang menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19. Itu diketahui setelah yang bersangkutan dilakukan test swab.

Menurut korban, peristiwa itu bermula saat ia akan membeli masker 600 karton atau sekitar 1,2 juta lembar masker pada Februari lalu.

Ketika itu ia dikenalkan salah seorang temannya dengan tersangka. Korban pun datang ke Kota Batu.

"Setelah bertemu, saya percaya karena langsung mendatangi kantornya, dan ada perjanjian purchase order (PO). Saya mentransfer ke mereka pada 9 Februari," katanya  saat di Polres Batu, Jumat (16/10/2020).

Pada saat itu, korban dijanjikan mendapatkan barang pesanannya pada 10 Februari. Tapi tersangka kemudian mengungkapkan ada kendala. Pesanannya tidak bisa datang dan dijanjikan pada 7 Maret.

"Tetapi setelah ditunggu masker tidak ada kejelasan dan komunikasi pun terputus. Mereka pun menghilang," terang Ayu.

Korban kemudian mencari kedua tersangka sejak bulan April. Namun semua alamat yang pernah ia datangi ternyata merupakan home stay yang di sewa pasutri itu.

"Karena berbulan-bulan tidak ada kejelasan akhirnya saya memutuskan melaporkan ke Polres Batu pada 1 Oktober lalu," terangnya.

Ayu mengaku jika membeli masker itu untuk pengadaan barang kerjasama dengan Kedubes Tiongkok. Bukan itu saja, korban mengaku tidak hanya rugi secara materi, namun moril dan psikis akibat perbuatan pelaku.

"Uang yang saya transferkan ke pelaku itu bukan milik saya pribadi. Sebagian milik rekan saya, akibatnya saya tidak bisa kerja seperti biasa dan meninggalkan anak saya di Bali.


BERITA TERKAIT