Ada Karyawannya Meninggal Diduga Covid-19, Kantor Dinsos-P3AP2KB Ditutup 2 Minggu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Ada Karyawannya Meninggal Diduga Covid-19, Kantor Dinsos-P3AP2KB Ditutup 2 Minggu

Ada Karyawannya Meninggal Diduga Covid-19, Kantor Dinsos-P3AP2KB Ditutup 2 Minggu Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang ditutup.

Klikapa.com -Giliran Kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang ditutup. Langkah ini dilakukan menyusul salah satu pegawainya terpapar Covid-19. 


Penutupan kantor itu sudah berlangsung dua hari lalu. Kantor yang berada di Jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang Kota Malang tertutup rapat dan sepi. 


Pintu utama dipasangi pengumuman, kantor Dinsos P3AP2KB Kota Malang ditutup sementara. Karena sedang dilakukan sterilisasi. Terdapat pula larangan masuk kawasan kantor tersebut. 


Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani saat dikonfirmasi membenarkan ikhwal penutupan sementara untuk kepentingan sterilisasi. 


“Betul, satu pegawai meninggal dunia pada 11 Oktober lalu. Hasil pemeriksaan awal, pegawai tersebut mengalami gejala Covid-19 yakni Pneumonia. Hingga kini belum dipastikan apakah meninggal akibat terpapar Covid-19 atau tidak,” katanya, Rabu (14/10/2020).


Menurutnya, informasi ini didapat dari RSSA Malang. Sebelum meninggal dunia, karyawannya tersebut dalam kondisi sehat dan bekerja seperti biasa.


"Kalau keluhan tidak ada. Almarhum seperti Orang Tanpa Gejala (OTG). Tapi sebelum meninggal dunia, lima hari sebelumnya saudaranya ada yang meninggal dunia karena Covid-19," papar Penny. 

Dijelaskannya, segera setelah terdapat pegawai meninggal, pada 13 Oktober lalu, seluruh pegawai di Dinsos Kota Malang menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif. 

Prosedur strelisasi pun dilakukan. Di beberapa ruangan, juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan. Aktivitas di kantor untuk sementara waktu ditiadakan. Kurang lebih seminggu kedepan. 

"Pelayanan kami tetap buka di luar kantor. Hanya kemarin ada penyemprotan disinfektan. Dan seluruh pegawai bergiliran menjalani rapid test," terang Penny. 

Sementara ketua tim Satgas Covid-19 Kota Malang, yang juga Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dari hasil penelusuran, almarhum meninggal dunia karena memiliki komorbid (penyakit penyerta). 

Beberapa kali yang bersangkutan sering izin untuk tidak masuk kerja karena sakit.


Dari hasil tracing yang telah dilakukan, juga tidak menemui orang-orang yang


BERITA TERKAIT