KPU Restui Malang Jejeg Peserta Pilkada 2020 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

KPU Restui Malang Jejeg Peserta Pilkada 2020

  • 13-10-2020 penulis : agim
  • dibaca :1032
KPU Restui Malang Jejeg Peserta Pilkada 2020 Ketua Tim Kerja Malang Jejeg Soetopo Dewangga saat menerima surat penetapan KPU Malang Paslon yang diusungnya sebagai peserta Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Klikapa.com – Jumlah Pasangan calon (Paslon) Bupati  dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Malang bertambah. Komisi Pemilihan Umum resmi setempat menetapkan Paslon perseorangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko sebagai salah satu peserta. 

Melalui surat penetapannya  itu diterima oleh Ketua Tim Kerja Malang Jejeg Soetopo Dewangga. Surat itu diberikan Ketua KPU Anis Suhartini, Selasa (13/10/2020). 

Dengan penetapan Paslon Malang Jejeg ini, maka ada tiga Paslon yang menjadi kontestan dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 nanti. Yakni Paslon Sanusi - Didik Gatot Subroto (SanDi), Paslon Hj. Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono (Ladub) dan Heri Cahyono (Sam HC) - Gunadi Handoko (Sam GH).

Komisioner KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan, berkas administrasi yang diserahkan pasangan Malang Jejeg telah memenuhi persyaratan KPU. 

“Hasil rapat pleno di KPU Kabupaten Malang menetapkan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko sebagai Pasangan Peserta Pemilihan Calon Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang yang di selenggarakan 9 Desember 2020 mendatang,” ungkap Marhaendra. 

Setelah penetapan Paslon, tahapan selanjutnya KPU akan melakukan pengundian nomor urut. Rencana pengundian nomor urut diagendakan hari ini. Kemudian selang tiga hari setelah pengundian nomor, dilanjutkan masa kampanye pada tanggal 16 Oktober.

“Masa kampanye paslon di mulai setelah tiga hari setelah penetapan. Itu sudah kita sampaikan sejak pendaftaran, karena waktunya berbeda. Mulai pendaftaran, tes kesehatan dan lainnya yang menyusul,” jelasnya.

Dengan perhitungan masa kampanye yang dimulai tanggal 16 Oktober, maka waktu kampanye Paslon Malang Jejeg terpotong 18 hari. Karena Paslon lainnya sudah mulai melakukan kampanye sejak 26 September lalu. Tetapi saat masuk masa tenang, ketiga Paslon disamakan.

"Ini sudah menjadi kosnsekuensi dan sudah kami sampaikan sejak awal kepada Paslon," katanya.
 


BERITA TERKAIT