Posting Calon Bupati, Staf Dispora Diperiksa Bawaslu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Posting Calon Bupati, Staf Dispora Diperiksa Bawaslu

  • 12-10-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1005
Posting Calon Bupati, Staf Dispora Diperiksa Bawaslu Dua Pasangan Calon Bupati Malang.(ist)

Klikapa.com -Bawaslu Kabupaten Malang panggil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Malang Atsalis Supriyanto panggil, Senin (12/10/2020). Itu terkait dengan netralitas stafnya Pilkada 2020. 

Bawaslu mengusut dugaan pelanggaran seorang pejabat di Dispora dalam Pilkada. Pejabat berinisial SS itu merupakan salah seorang kepala bidang (kabid). 


Ia diproses Bawaslu karena posting gambar dan visi misi salah satu paslon Bupati Malang di sebuah Grup WA, Rabu (7/10) pekan lalu. 


Atsalis pun mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Malang tepat pukul 10.00 WIB. Ia langsung menjalani pemeriksaan yang dilakukan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu, George da Silva. 


Usainya dimintai keterangan, Atsalis menyebut siapa saja yang melanggar aturan akan mendapatkan sanksi. Pihaknya menunggu hasil pemeriksaan Bawaslu apakah tergolong kategori melangar aturan atau tidak. 


“Kami belum bisa memastikan, akan memberi teguran apa kepada saudara terduga. Karena kalau hasilnya (pemeriksaan) sudah keluar dari Bawaslu akan dilaporkan kepada Pjs Bupati,” papar Atsalis. 


Dikatakannya, SS hanyalah sebatas rekan kerja antara atasan dan bawahan. Ia juga memastikan perbuatan SS tak ada sangkut paut dengan dirinya dan institusi. 


“Terkait laporan pemberian dukungan ke salah satu paslon merupakan kewenangan Bawaslu, kami tidak akan menjustifikasi,” terang dia. 


Sementara Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva menjelaskan SS sudah datang ke Bawaslu, Rabu (7/10) lalu. SS juga sudah memberikan klarifikasi ikhwal memposting gambar calon Pilbup Malang. 


“Katanya, postingan itu atas dasar ketidaksengajaan. Kemudian mau menghapus tapi sudah tidak bisa karena sudah melebihi waktu,” kata George. 


Menurutnya, pihaknya kini masih memeriksa beberapa saksi. Setelah itu baru melakukan registrasi terkait tindakan yang dilakukan SS. 


"Kita sudah melakukan pemeriksaan dua saksi dan kita juga telah periksa Kadispora untuk memberikan tambahan keterangan. Selanjutnya mulai registrasi dan kita plenokan untuk proses pengambilan keputusan," jelasnya. 


Keputusan itu yang


BERITA TERKAIT