Pasutri ASN Kota Batu Positif Covid-19 Meninggal | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pasutri ASN Kota Batu Positif Covid-19 Meninggal

Pasutri ASN Kota Batu Positif Covid-19 Meninggal Mendiang pasutri ASN Inspektorat Kota Batu dan Pemkab Malang.(ist)

Klikapa.com -Pasangan suami istri (Pasutri) ASN di Pemkot Batu dan Pemkab Malang meninggal dunia dengan status probable Covid-19. Mereka adalah adalah Sukma Kris Indrarti, 38, Auditor Lanjutan di Inspektorat Kota Batu dan Nur Cahyadi, 35, staf di BPKAD Pemkab Malang.

Pasutri ini bertempat tinggal di Perum Taman Mulyorejo Kav. 26 RT 04 RW 02 Kota Malang. Keduanya meninggal hanya berselang enam jam. Sukma meninggal lebih dulu, Selasa (6/10) pada pukul 23.30  di RS Hermina Kota Malang. Kemudian suaminya Nur Cahyadi meninggal pukul 06.00 Rabu (7/10/2020). 

Kepala Inspektorat Kota Batu Eddy Murtono H membenarkan kabar duka dari salah satu pegawainya itu. Ia menjelaskan jika almarhum Sukma meninggal akibat positif Covid-19.   

"Kemarin jam 12 malam almarhuma Sukma meninggal saat dirawat di RS Hermina Malang. Memang dinyatakan positif Covid-19 dan hasil swab sudah keluar," kata Eddy , Rabu (7/10). 

Dijelaskan, sebelumnya Sukma sudah tidak masuk kerja sejak Selasa (29/9). Almarhum izin meninggalkan kantor karena mengalami sesak nafas. 

"Sambatnya (mengeluh) saat itu sesak nafas dan kemudian dirawat di RS Hermina. Kemudian disusul suaminya pagi harinya juga meninggal. Keduanya meninggal karena Covid-19," bebernya.

Sebelum, lanjut Edy,  setelah hasil swab Sukma turun, suaminya Nur Cahyadi juga dijemput petugas Dinas Kesehatan untuk dirawat di RS Saiful Anwar,  pada akhirnya meninggal pagi tadi. 

Sementara Galuh Diajeng salah seorang  teman Sukma  yang juga bekerja di Inspektorat Kota Batu mengatakan, Sukma sudah tidak kerja sejak sepuluh hari karena sakit. Namun ia tak mengetahui secara pasti sakit temannya itu. 

"Sudah sepuluh hari tidak masuk karena sakit. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Namun yang saya tahu Sukma memiliki penyakit komorbit diabetes," imbuhnya.

Informasi yang didapat, pasutri ini telah dimakamkan Rabu (7/10) di TPU Wagir Desa Jedong Kabupaten Malang dengan protokol Covid-19. Keduanya meninggalkan dua anak yang masih duduk di


BERITA TERKAIT