Warga Griya Shanta kembali Gugat RS UB | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Warga Griya Shanta kembali Gugat RS UB

  • 25-09-2020 penulis : noval
  • dibaca :1950
Warga Griya Shanta kembali Gugat RS UB RS UB kembali digugat warga Griya Shanta Eksekutif terhadap penggunaan lahan yang digunakannya.

Klikapa.com –Sengketa Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) di Jalan Soekarno Hatta dengan warga kembali memanas. Warga kembali menggugat RS itu terkait perizinan dan lokasi yang digunakan. 

Kuasa hukum warga Pangeran Okky, SH menjelaskan, layangan gugatan tersebut saat ini telah sampai pada tahap pembuktian di pengadilan. Saat proses pembuktian kata Okky perizinan terdapat kejanggalan. 

Okky pun menengarai RS UB menggunakan nomor perizinan yang berbeda. Antara surat kelayakan lingkungan di Pemkot Malang dengan nomor perizinan milik RS UB tidak sama.

"Kami tidak tahu bagaimana bisa begitu. Intinya warga menggugat karena tidak ingin dirugikan," kata Okky, Jumat (25/9/2020).

Ia menjelaskan, gugatan warga sekitar itu buntut dari permasalahan lama terkait penggunaan fasum milik perumahan Griya Shanta Eksekutif, Malang. 

Fasum itu menurut warga berupa jalan yang kemudian dibangun gedung RS UB. Tahun 2009-2011 warga melakukan gugatan tersebut ke PTUN dan saat itu gugatan dimenangkan oleh warga dengan dicabutnya IMB RS UB.


"Setelah dicabut ternyata fungsi itu tidak dikembalikan kepada warga. RS UB mengajukan lagi upaya melalui sertifikat hak guna pakai versi mereka," tegasnya.

Disebutkan, berdasarkan UU No. 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, Fasum di perumahan tidak boleh diubah fungsinya. Karena ada pelanggaran inilah, seluruh elemen masyarakat apabila diketahui adanya pelanggaran lingkungan hidup siapapun boleh melakukan upaya hukum berupa gugatan.


"Gugatan Januari kemarin, nanti akan ada gugatan lagi yang akan dilakukan warga, sementara gugatan yang sudah dilayangkan berkaitan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup," tandas Okky. 

Menanggapi gugatan warga itu, Tim Advokat Universitas Brawijaya Prija Djatmika menegaskan, bangunan RS UB dibangun di atas tanah negara. Hal ini sudah tercantum dalam sertifikat hak pakai yang dimiliki pihak UB. 

"Sertifikatnya juga bukan milik pribadi perseorangan atau perumahan," ungkapnya. 

Ia mengungkapkan, jalan yang dipermasalahkan warga Griya Santa sebelumnya belum menjadi Fasos atau


BERITA TERKAIT