35 Ribu Warga Kota Malang Belum Rekam e-KTP. Dispendukcapil Kebut Tuntaskan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

35 Ribu Warga Kota Malang Belum Rekam e-KTP. Dispendukcapil Kebut Tuntaskan

35 Ribu Warga Kota Malang Belum Rekam e-KTP. Dispendukcapil Kebut Tuntaskan ilustrasi sekitar 35 ribu warga Kota Malang belum lakukan rekam e-KTP.(firman)

Klikapa.com -Ternyata masih banyak warga Kota Malang yang tidak memiliki KTP elektronik. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencukcapil) mencatat sebanyak 5 persen atau 35 ribu warga kota ini belum tercatat melakukan perekaman e-KTP. 


Kepala Dispencukcapil Kota Malang Eny Heri Sutiarny mengatakan kini pihaknya sedang berupaya menuntaskan perekaman  e-KTP bagi warga yang belum memiliki e-KTP itu. Total penduduk Kota Malang saat ini tercatat 931 ribu jiwa. 


Karena itu katanya, sekitar 3 bulan belakangan, dalam satu hari saja ada ratusan e-KTP yang dicetak. Ini sesuai permohonan dan pengajuan masyarakat.


"Dalam satu hari setidaknya ada 480 e-KTP yang dicetak. Ini termasuk jumlah yang banyak. Di masa pandemic masyarakat tetap antusias mengurus e-KTP," kata Eny, Jumat (25/9/2020).


Dijelaskannya, permohonan perekaman dan pencetakan e-KTP ini terdiri dari pengajuan baru, yakni warga yang baru menginjak usia 17 tahun dan e-KTP yang sebelumnya hilang dan perlu dicetak ulang.


Sebelum pandemi, layanan dan aktivitas warga berjalan normal kurang lebih 700-an pemohon e-KTP diberikan setiap harinya. Angka ini sudah sangat baik. 


Hingga bulan ini, warga kota ini yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 670.279 jiwa. Dari data wajib e-KTP sebanyak 706.158 jiwa penduduk. 


Selain e-KTP, pengurusan administrasi lain seperti Kartu Keluarga (KK) di instansi ini cukup besar. Dalam satu hari, Eny mengaku menandatangani berkas KK secara elektronik rata-rata  450 KK. 


Angka itu diakui tidak jauh berbeda saat sebelum pandemi Covid-19. Namun lantaran masa pandemi Covid-19 saat ini, layanan tatap muka banyak dikurangi. 


Masyarakat yang hendak mengurus dokumen administrasi dapat melalui layanan online ataupun layanan pos. Masyarakat dapat mengirimkan berkas persyaratan dari masing-masing dokumen administrasi yang dibutuhkan.


Data yang dikirimkan melalui online ataupun menggunakan jasa Kantor Pos itu akan dipelajari. Setelah semua dokumen dirasa lengkap, maka akan diproses oleh


BERITA TERKAIT