Mengaku Dukun, 2 Warga Pujon Perdayai Tetangga hingga Rp18 Miliar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mengaku Dukun, 2 Warga Pujon Perdayai Tetangga hingga Rp18 Miliar

  • 23-09-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1803
Mengaku Dukun, 2 Warga Pujon Perdayai Tetangga hingga Rp18 Miliar Dua Tersangka penipuan dan sejumlah barang bukti yang digelar Polres Batu.(firman)

Klikapa.com -Mengaku sebagai dukun yang bisa mendatangkan Samurai dari Jepang, dua warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ditangkap petugas Polres Batu. Mereka memperdayani korbannya hingga Rp 18 miliar.

Kedua tersangka Atim Hariono dan Sutris, yang sama-sama asal Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang , kini sedang dalam pemerinksaan intensif petugas.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung  menyebutkan modus mereka adalah menyaru sebagai sorang dukun. Mereka mengelabuhi korbannya dan mampu mendatangkan samurai king roll asli Jepang. Samurai itu disebutkan memiliki harga triliunan.

Namun untuk mendatangkannya, dibutuhkan beberapa ritual yang memerlukan biaya. Dengan iming-iming bisa mendapatkan keuntungan berlipat ganda itulah akhirnya korban terperdaya.

"Modus itu dilakukan sejak tahun 2016, korban yang juga tetangga pelaku secara bertahap memberikan uang pada AH. Baik melalui transfer atau tunai. Hingga mencapai kurang lebih Rp 18 Miliar," jelas Harvi kepada media di Mapolres Batu, Rabu (23/9/2020).

Dari pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) terdiri dari puluhan ATM dan buku rekening berbagai bank, bukti resi transfer sejak tahun 2016, perangkat ritual seperti dupa, barang antik, keris, buku ritual dan doa, mobil Avansa, dan mobil Taft serta barang lainnya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 378 tentang penipuan. 

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus menyebutkan terbongkarnya kasus ini setelah anak korban curiga dengan banyaknya bukti transfer yang dilakukan ibunya kepada rekening pelaku.

Ia pun memutuskan untuk melapor ke Polres Batu. Setelah laporan itulah penyidik mendalami kasus dan ditemukan adanya tindak pidana pada 22 September 2020.

"Keterangan korban ia sudah mengirim uang Rp 18 Miliar. Tapi tersangka mengaku hanya menerima Rp 5 Miliar," tegas dia.

Sementara itu, tersangka Atim Hariono mengaku jika uang tersebut untuk biaya ritual dan mengambil barang antik. Sisanya ia gunakan untuk bermain judi online.
 


BERITA TERKAIT