ITB Ungkap Tsunami Besar Ancam Pulau Jawa Bagian Selatan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

ITB Ungkap Tsunami Besar Ancam Pulau Jawa Bagian Selatan

  • 21-09-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2172
ITB Ungkap Tsunami Besar Ancam Pulau Jawa Bagian Selatan ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap hasil resertnya terhadap jalur sepi gempa (seismic gap) yang ada di Samudera Indonesia Selatan Jawa. Seismic gap ini berpotensi sebagai sumber gempa besar megathrust yang membangkitkan terjadi tsunami setinggi 20 meter.

Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto mengatakan riset mengakui adanya potensi gempa megathrust yang bisa mengakibatkan tsunami besar.

"Riset yang dipublikasikan oleh ITB ini memberikan alasan ilmiah yang kuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di Samudera Hindia Selatan Jawa," kata Nugroho seperti dikutip cnnindonesia.com, Senin (21/9/2020).

Berdasarkan penelitian pada awal tahun 2020, Nugroho mengungkap adanya struktur gundukan memanjang di daerah palung pada kedalaman 4000  hingga 5000 meter dari permukaan laut diduga menjadi penyebab tsunami dahsyat yang melanda Kepulauan Mentawai pada Oktober 2010.

"Gempa yang menyebabkan tsunami ini tergolong gempa menengah dengan kurang dari Magnitudo 8. Pada tahun 2006 terjadi tsunami besar yang melanda pantai selatan Jawa di Pangandaran dan sekitarnya, yang belum diketahui dengan pasti bagaimana mekanisme detail pembangkitan dan penjalarannya," ujar Nugroho.

Oleh karena itu, Nugroho meminta agar penelitian geosains kelautan dilakukan secara lebih detil, terstruktur dan massif harus dilakukan. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan mitigasi bencana ke depan.

Lebih lanjut Nugroho meminta agar hasil penelitian ITB diikuti dengan penelitian lanjutan tentang tiga hal. Pertama adalah struktur zona megathrust di Selatan Jawa terutama di daerah-daerah yang ditengarai sebagai daerah sepi gempa (seismic gap) menggunakan perekaman seismometer bawah laut.

"Dengan demikian diharapkan diperoleh model zona megathrust yang lebih detil," kata Nugroho.

Kedua adalah pemetaan dasar laut mendetil di daerah seismic gap, peta ini penting untuk mendapatkan model perambatan gelombang dan landasan tsunami. 

Ketiga adalah penelitian struktur detil bawah permukaan dari daerah sepi seismik itu untuk mengetahui dimana saja terdapat


BERITA TERKAIT