Mendikbud: Tidak Ada Rencana Menghapus Mapel Sejarah | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mendikbud: Tidak Ada Rencana Menghapus Mapel Sejarah

  • 20-09-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1695
Mendikbud: Tidak Ada Rencana Menghapus Mapel Sejarah Mendikbud Nadiem Makarim. (ist)

Klikapa.com -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan tidak ada rencana untuk menghapus mata pelajaran (mapel) sejarah dalam kurikulum baru yang sedang disiapkan kementriannya.

Pernyataan itu disampaikan sekaligus mengklarifikasi isu akan diubahnya mata pelajaran sejarah sebagai pelajaran tak wajib atau pilihan bagi siswa SMA sederajat.

"Tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi atau peraturan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional," katanya dalam video klarifikasi yang ia unggah via instagram pribadinya @nadiemmakarim, Minggu (20/9/2020).

Nadiem menjelaskan isu ini keluar karena ada pemaparan internal yang tersebar ke masyarakat. Salah satunya terkait permutasi penyederhanaan kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran sejarah.

Padahal, ada puluhan versi berbeda yang sekarang sedang melalui focus group discussion (FGD) serta uji publik belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final.

"Inilah namanya pengkajian yang benar di mana berbagai macam opsi diperdebatkan secara terbuka. penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai tahun 2022," imbuhnya.

Nadiem melanjutkan, pada 2021, Kemendikbud juga hanya akan melaksanakan berbagai prototyping kurikulum baru di sekolah penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional.

Sehingga tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar pada 2021 dalam skala kurikulum nasional apalagi penghapusan mata pelajaran.

"Yang buat saya mengejutkan adalah komitmen saya terhadap sejarah kebangsaan kita dipertanyakan padahal misi saya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita," ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penghapus mata pelajaran sejarah tak mungkin ia lakukan menginginkan kakeknya merupakan salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia pada masa 1945.

"Ayah dan ibu saya aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi anak-anak saya tidak akan tahu bagaimana langkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang," tegasnya.

Sebaliknya, kata Nadiem, misinya sebagai menteri justru kebalikan dari hal tersebut. Ia mengaku ingin ingin menjadikan mata pelajaran


BERITA TERKAIT