Indonesia Mundur dari Gelaran Piala Thomas dan Uber 2020. Ini Alasannya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Indonesia Mundur dari Gelaran Piala Thomas dan Uber 2020. Ini Alasannya

  • 11-09-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :858
Indonesia Mundur dari Gelaran Piala Thomas dan Uber 2020. Ini Alasannya Salah satu pasangan tim Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang menjadi andalan. (ist)

Klikapa.com -Tim Indonesia menyatakan mundur dari ajang Piala Thomas dan Uber 2020 di Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang. 

PBSI dalam laman resminya menyebut ada tiga alasan utama yang mendasari mengambil keputusan menarik diri dari Piala Thomas & Uber 2020.

Pertama, diawali dari adanya rasa khawatir dari para atlet terhadap kemungkinan mereka akan terpapar Covid-19, baik dalam perjalanan, di tempat transit atau di tempat pertandingan.

Kedua, para atlet dan ofisial menyuarakan keraguan mereka untuk ambil bagian di turnamen bergengsi ini karena tidak ada jaminan dari BWF (Badminton World Federation). Seandainya ada anggota tim yang terpapar Covid-19, terkait siapa yang akan bertanggungjawab menangani dan bagaimana penanganan selanjutnya.

Ketiga, mengacu pada dua alasan itu, jajaran pimpinan PBSI yaitu Ketua Umum PP PBSI Wiranto, Wakil Ketua Umum I dan Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta, Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, serta Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memutuskan tim bulutangkis Indonesia absen dan mundur dari Piala Thomas & Uber 2020.

"Tim Indonesia dipastikan mundur dari Piala Thomas & Uber 2020, kami sudah mengirim surat ke Menpora dan akan segera mengirim pernyataan tertulis ke BWF mengenai hal ini. Keputusan ini diambil setelah kami berdiskusi dengan para atlet dan tim ofisial," kata Budiharto.

"Kalau ditarik dari awal, semuanya semangat karena melihat kesempatan yang begitu besar, tapi dalam perjalanan waktu dan mencermati perkembangan Covid-19 yang belum terselesaikan, baik di Indonesia maupun di negara lain, menimbulkan keraguan para atlet," jelas Budiharto.

Budiharto juga mengatakan para pemain menyampaikan keraguan mereka kepada tim ofisial. Kemudian ofisial menyampaikan hal ini kepada pengurus.

Pengurus sangat fokus dengan kesehatan dan keselamatan para atlet dan ofisial sehingga bisa memahami dan mengerti apa yang menjadi kekhawatiran tim.

Dengan mundurnya tim Indonesia dari Piala Thomas & Uber 2020, otomatis Indonesia


BERITA TERKAIT