50 Koperasi Dapat Bantuan Dampak Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

50 Koperasi Dapat Bantuan Dampak Covid-19

  • 01-09-2020 penulis : Fino
  • dibaca :1197
50 Koperasi Dapat Bantuan Dampak Covid-19 Kadinkop-UM Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki.

Klikapa.com - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang memberikan bantuan kepada 50 koperasi senilai Rp 15 juta dalam sarana pra sarana. Bantuan ini untuk menopang usaha itu agar tetap berkelanjutan di masa pandemi Covid-19.

“Bantuannya tidak dirupakan uang, tetapi sarana pra sarana. Menyesuaikan jenis koperasinya. Misalnya koperasi butuh alat pertanian, ya kami bantu yang senilai Rp 15 juta,” kata Kadinkop-UM Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki, Selasa (1/9/2020).

Menurut Pantja banyak koperasi yang mengajukan proposal untuk pencairan bantuan. Namun setelah survey, ada 50 koperasi yang dinilai paling membutuhkan. 

“Koperasi yang dibantu ini terdampak Covid-19. Kebanyakan usaha sektor riil. Misalnya koperasi produsen, konsumen, pertanian, retail dan lainnya. Intinya koperasi yang punya sektor usaha produksi. Kalau koperasi bidang jasa tidak,” sambung wanita berkacamata ini.

Total ada Rp 750 juta yang dicairkan. Pantja menegaskan nilai itu dirupakan sarana prasarana. Barang yang diserahkan, menyesuaikan proposal dari koperasi tersebut.

Pantja menegaskan, koperasi Kabupaten Malang masih bisa survive. Masa pandemi memang menggoyang keras sendi ekonomi.

Tetapi, kebanyakan koperasi Kabupaten Malang bergerak di produksi. Sehingga tidak ada kerontokan ekonomi koperasi. 

“Total koperasi 1324. Tidak aktif sebanyak 11. Yang sudah Rapat Anggota Tahunan 550 koperasi. Ada 950 yang sudah punya Nomor Induk Koperasi, ada juga yang belum ber-NIK. Namun statusnya sudah berbadan usaha,,” ujar Pantja.

Selain bantuan untuk stimulus koperasi, pelatihan sering digelar. Dinkop-UM rutin menggelar pelatihan untuk pengelola koperasi. 

“Pendekatan SDM malah jadi yang utama. Karena kalau pengelola koperasi tidak kapabel, koperasi tidak maju. Yang kami sasar SDM pengelola. Supaya mereka bisa standar Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” tutupnya.(fin/agp)
 


BERITA TERKAIT