Tinggi, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tinggi, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Malang

Tinggi, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Malang Ilusrasi petugas kesehatan saat melakukan rapid test.(firman)

Klikapa.com -Angka kematian (mortality rate) akibat virus Covid-19 Kota Malang tinggi. Rata-rata mencapai 8,1 persen, karena secara nasional angka 4 hingga 5. 

Data Satgas Covid-19 Kota Malang per tanggal 5 Agustus 2020, jumlah kematian pasien positif covid-19 di Kota Malang mencapai 59 orang.

Sedangkan orang yang dalam perawatan berjumlah 291 orang. 


Sejak diketahui ada pasien positif pertama di Kota Malang pada awal Maret lalu, total kasus konfirm positif sudah mencapai 778 kasus.  Sembuh sebanyak 428 orang. 


Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 dr Husnul Muarif menjelaskan, jumlah angka kematian atau mortality rate pasien positif Covid-19 di Kota Malang cukup tinggi.


Angkanya lanjut dia melebihi rata-rata batas angka kematian nasional di mana mortality rate di angka 5 persen. 


"Kalau Kota Malang dari konfirm (Positif Covid-19) yang sudah akumulatif sampai tadi malam, angka kematian kita sudah 8,1 persen," terangnya.


Pria yang juga menjabat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ini melanjutkan, mayoritas penyebab kematian pasien karena memiliki riwayat komorbid. 


Kelompok pasien komorbid merupakan kelompok rentan terjadi bagi pasien yang terpapar virus Covid-19. 


Sementara Wali Kota Malang Sutiaji menyebut, angka kematian akibat Covid-19 di wilayahnya tinggi lantaran adanya pasien dari luar daerah yang dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19. 


Salah satunya, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang yang juga menerima pasien Covid-19 dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur seperti, Bangil, Pasuruan, Probolinggo maupun Surabaya.


"Banyak orang yang bukan warga Malang tapi kejadiannya di Malang. Karena Malang ini banyak rujukan seperti di RSSA MAlang kematian banyak di rumah sakit rujukan. Ada yang pasien-pasein juga dari luar yang memang kadang sudah di declare (dicatatkan) di Malang. Ini yang setelah saya telusuri itu," tegas Sutiaji, Kamis (6/8/2020). 


Angka kematian tinggi disebutkan juga berasal


BERITA TERKAIT