IDI Kota Malang Catat 12 Dokter Terpapar Covid-19, 9 Sembuh, 1 Meninggal Dunia | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

IDI Kota Malang Catat 12 Dokter Terpapar Covid-19, 9 Sembuh, 1 Meninggal Dunia

IDI Kota Malang Catat 12 Dokter Terpapar Covid-19, 9 Sembuh, 1 Meninggal Dunia ilustrasi tenaga kesehatan yang rentan terpapar virus Covid-19.(ist)

Klikapa.com -Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Malang, dr. Djoko Heri Hermanto, menyebut sejak awal Maret sampai dengan hari ini (3/8/2020) sudah ada 12 orang dokter yang berdomisili di Malang Raya yang terkena Covid-19.


Data yang masih terus divalidasi itu tercatat satu orang meninggal dunia, sembilan dokter dinyatakan sembuh dan sisanya masih dalam perawatan intensif tim dokter. 


“Jumlah ini dihimpun hanya dari data dokter yang masuk anggota IDI Malang saja. Jumlah pasti pada dokter-dokter lain diluar IDI itu yang belum diketahuinya,” kata Djoko Heri Hermanto, Senin (3/8).


Sementara itu, Plt Kepala Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Malang Sri Winarni pun mengaku tidak memiliki data pasti mengenati dokter, perawat maupun tenaga medis lainnya di Kota Malang yang terjangkit atau terpapar Covid-19.


Data yang  dihimpun, sejak Mei 2020 lalu setidaknya terdapat 15 tenaga medis tercatat kondirm positif Covid-19. Meski begitu data ini tidak lagi mengalir, pasalnya laporan Satgas Covid-19 per hari tidak lagi menyebut berapa jumlah tenaga medis yang terpapar covid-19.


Winarni menegaskan belum divalidasinya data tenaga medis terpapar Covid-19 ini dikarenakan penghimpunan data dilakukan dengan terstruktur dan berdasarkan update terbaru. Data yang dikumpulkan harus terlebih dahulu di validasi.


“Maka itu masih dihimpun datanya kemungkinan besok (hari ini,red) bisa kami informasikan,” pungkasnya.


Sedangkan Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan terpapar nya tenaga medis seperti dokter dan perawat terhadap covid-19 memang tidak bisa dihindarkan. Meski begitu Pemkot Malang memberi perhatian penuh.


Instruksi melakukan rapid tes dan swab terus digalakan di kalangan tenaga medis. Suplemen dan vitamin menjadi kewajiban supply. 


“Selalu kami ingatkan untuk tetap jaga kesehatan. APD jika kurang akan disalurkan sesuai kebutuhan. Tentu mereka sangat rentan terpapar maka dari itu memang harus lebih diperhatikan safety-nya,” pungkas Sutiaji. (ica/aim)
 


BERITA TERKAIT