Pembebasan Sisa Lahan di Jalan Kembar Kiageng Gribik segera Tuntas | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pembebasan Sisa Lahan di Jalan Kembar Kiageng Gribik segera Tuntas

Pembebasan Sisa Lahan di Jalan Kembar Kiageng Gribik segera Tuntas Pelebaran jalan Kiagung Gribig, Kota Malang yang menjadi jalan artiri Tol Pandaan - Malang masih terganjal satu persil karena belum bisa dibebaskan.(ipunk)

Klikapa.com –Wali Kota Malang Sutiaji memastikan pembebasan sisa lahan di jalan kembar Jalan Ki Ageng Gribig, tepatnya di lahan usaha cuci mobil segera rampung. Targetnya, akhir tahun sudah dibebaskan dan segera dibangun untuk pelebaran jalan.


Sutiaji menegaskan lahan yang belum terbebas di kawasan pintu tol Malang di Kelurahan Madyopuro sudah ada titik temu. Nilai appraisal lahan dan nominal uang ganti untung kepada pemilik lahan sudah disampaikan kepada pemilik persil.


“Sudah keluar nilai appraisalnya. Sudah kami tawarkan pada pemilik lahan, dan mereka juga sudah memahami,” kata Sutiaji, MInggu (2/8/2020).


Namun lanjutnya, untuk membebaskan lahan itu masih menunggu administrasi. Lahan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. 


Sejak era Presiden Joko Widodo,  lahan yang hendak dijadikan kawasan tol masuk dalam proyek strategis.  Sehingga kewenangan untuk melakukan tindakan harus meminta izin pada pemerintah pusat. 


“Kami sedang proses untuk meminta rekomendasi ke provinsi. Agar ada pendelegasian kewenangan,” tegas Sutiaji. 


Sebelumnya, lahan tempat usaha cuci mobil ini tidak dapat dibebaskan. Saat jalan Tol Pandaan-Malang selesai pun lahan seluas 350 meter persegi itu masih berada di tengah jalur jalan kembar Ki Ageng Gribig. 


Pemilik awal itu adalah Nur Soleh. Ini sesuai akta tanah yang diterbitkan  pada 1999. Namun pemiliknya berganti. Pemilik baru ini merasa tidak ingin melepas lahan itu meski untuk kepentingan umum.


Pada tahun 2016 lalu Badan Pertanahan Nasional (BPN) pernah mengukur luasan dan ruasan lahan bangunan itu. 


Hasilnya, bagian depan bangunan cuci mobil dan penjualan suku cadang kendaraan itu masuk dalam wilayah siteplan pembangunan jalan kembar. 


Hasil pengukuran sempat menunjukkan terdapat bangunan fisik disana melebihi batas yang tertera pada sertifikat. Luasan lahan bangunan berdasarkan sertifikat sekitar 27 meter x 33 meter.  


Setelah diukur, ujung bagian depan panjang itu hanya mencapai bagian dalam


BERITA TERKAIT