Tak Larang Shalat Idul Adha, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tak Larang Shalat Idul Adha, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan

  • 28-07-2020
  • Editor :goly
  • dibaca :1023
Tak Larang Shalat Idul Adha, Gubernur Jatim Minta Perketat Protokol Kesehatan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.(ist)

Klikapa.com -Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak melarang umat Islam untuk merayakan Hari Raya Iduladha. Namun tetap diingatkan untuk menjaga secata ketat menjaga protokol kesehatan saat menggelar Salat Iduladha.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menuangkan kebijakan itu dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10475/012.1/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Iduladha 1441 H/2020 M pada situasi pandemi Covid-19.

SE itu juga membat aturan untuk empat kegiatan meliputi takbiran menyambut Iduladha, penyelenggaraan salat Id, penyembelihan hewan kurban, dan pendistribusian daging kurban.

"SE ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama No. 18 Tahun 2020 dan Fatwa MUI No. 36 Tahun 2020," kata Khofifah kepada media di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, meski diperbolehkan menyelenggarakan salat Iduladha, namun ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi, mengingat Jatim belum sepenuhnya bebas Covid-19.

Khofifah menerangkan pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.

Kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah.

"Selain itu, bagi warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19 diimbau untuk tidak mengikuti salat Iduladha di masjid atau lapangan" tuturnya.

Terkait kegiatan takbiran, lanjut Khofifah, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling. Takbiran dapat dilaksanakan di masjid, musala dan rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk mencegah penularan virus. Di antaranya panitia menjaga jarak saat pelaksanaan penyembelihan, panitia wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan dan menjaga kebersihan saat dan setelah penyembelihan, serta menjaga kebersihan lingkungan dan alat kerja.
 


BERITA TERKAIT