Batik Khas Sepanjang 75 Meter Kado untuk HUT Kemerdekaan RI | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Batik Khas Sepanjang 75 Meter Kado untuk HUT Kemerdekaan RI

  • 26-07-2020 penulis : agim
  • dibaca :1113
Batik Khas Sepanjang 75 Meter Kado untuk HUT Kemerdekaan RI Drajat Sigit Astono, membuat batik sepanjang  75 meter untuk menyambut HUT kemerdekaan Republik Indonesia.

Klikapa.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI, salah satu pelukis batik, Drajat Sigit Astono memberikan kejutan menarik. Pria asal Malang membuat batik khas Indonesia dengan corak lengkap dari Aceh hingga Papua sepanjang 75 meter. 

“Ini memasuki bulan kemerdekaan, kita buat batik sepanjang 75 meter yang sesuai dengan dirgahayu ke-75 kemerdekaan kita," kata Drajat Sigit Astono kepada New Malang Pos, Minggu (26/7/2020).

Drajat sapaan akrabnya, mendatangi gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) untuk membuat karya. Ia melukis pola pada sebuah kertas, kemudian digambar di sebuah kain dengan motif yang beragam dan menarik. 

"Saya berusaha mengangkat karya seni rupa berupa lukisan ke dalam bentuk batik dengan motif neo ekspresif," jelasnya. 

Di dalam lukisan itu nanti, S Drajat akan menggambarkan sisi sosial budaya mulai dari Aceh hingga Papua dalam bentuk batik. Lukisan batik itu mencerminkan seluruh pesona di Indonesia. 

"Saya mengerjakan ini sejak 9 Juli kemarin. Harapan saya bisa selesai pada 16-17 Agustus nanti," ucapnya. 

Setelah karya tersebut selesai dibuat, rencananya akan segera diluncurkan untuk kebutuhan pameran. Sekaligus sebagai suatu bentuk edukasi kepada masyarakat untuk menghargai sebuah karya. 

"Ini merupakan karya seni dan akan dipamerkan. Tunggu saja nanti waktunya. Sekaligus, saya ingin mengajak masyarakat menghargai karya batik yang beragam dan memiliki ciri khas tersendiri," ujarnya.

Ia berharap, warisan leluhur bangsa seperti batik dapat terus dipertahankan dan terus diwariskan turun temurun ke generasi selanjutnya. Warisan leluhur ini merupakan pusaka dunia dan sumbangsih bangsa terhadap kebudayaan dunia.

''Kita berharap warisan pusaka batik yang sudah tercatat di UNESCO bisa menjadi sebuah brand Indonesia di kancah internasional. Kita harapkan juga generasi pembatik-pembatik dari angkatan dewasa ke angkatan remaja, anak-anak, semua tergenerasi dengan baik," pungkasnya. (gim/aim)
 


BERITA TERKAIT