Lewat Email Palsu, Perusaan di Jepang dan Indonesa Tertipu Rp 8,5 Miliar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Lewat Email Palsu, Perusaan di Jepang dan Indonesa Tertipu Rp 8,5 Miliar

  • 16-07-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1029
Lewat Email Palsu, Perusaan di Jepang dan Indonesa Tertipu Rp 8,5 Miliar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu ketika menggelar kasus penipuan modus emal palsu.(ist)

Klikapa.com -Sindikat penipuan dengan modus menggunakan email palsu diringkus Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Sindikat ini telah memperdayai dua perusahan asal Indonesia dan Jepang. 

Tiga pelaku dalam sindikat  ini sudah ditangkap. Mereka adalah Reza Hernanda (RH), Syahruddin Noor (SN) dan Denny Anggriawan (DA), ketiganya asal Pasuruan. 

Sedangkan dua perusahaan yang diperdaya yaitu PT TS dan PT TJ di Jepang.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu, kasus bermula pada Februari 2020 saat terjadi kesepakatan jual-beli produk plastik antara PT TS selaku penjual dengan PT TJ selaku pembeli. Bulan itu juga PT TS mengirimkan barang yang dipesan PT TJ.

Pada Maret-April 2020, terjadi komunikasi antara PT TS dengan PT TJ terkait pembayaran jual-beli plastik tersebut. Komunikasi dilakukan melalui email resmi perusahaan.

"Di tengah-tengah komunikasi inilah, ketiga tersangka melancarkan aksinya. Mereka membuat email baru dengan alamat mirip email resmi PT TS," jelas Trunoyudo kepada media di Mapolda Jatim, Kamis (16/7/2020).

"Ketiga tersangka ini juga sudah mengetahui adanya transaksi itu, karena salah satu di antaranya, yaitu tersangka SN, merupakan pegawai di PT TS. Dialah yang mencuri data transaksi itu, termasuk alamat email PT TJ. Data curian itu diserahkan ke tersangka RH dan kemudian dibuatlah email baru yang menyerupai email resmi PT TS," tambahnya.

Setelah email jadi, tersangka Reza Hernanda berkomunikasi dengan PT TJ soal pembayaran. PT TJ diminta membayarkan tagihannya ke nomor rekening PT KKK yang bergerak di bidang batu bara milik tersangka Denny Anggriawan.

"Jadi uang tagihan yang seharusnya dibayarkan ke PT TS, malah dibayarkan oleh PT TJ ke PT KKK, yang dalam hal ini adalah perusahaan milik tersangka DA, yang mencapai Rp 8,6 miliar," papar Trunoyudo.

Sementara dalam pemeriksaan terungkap bahwa sindikat ini telah malancarkan aksinya sejak Tahun 2019. Dan saat ini, rekening tersangka sudah diblokir.

"Kasus


BERITA TERKAIT