Mahasiswa UB Demo Tuntut Penurunan Uang Kuliah | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mahasiswa UB Demo Tuntut Penurunan Uang Kuliah

Mahasiswa UB Demo Tuntut Penurunan Uang Kuliah Demo mahasiswa Uversitas Brawijaya (UB) tuntut penurunan uang kuliah.(firman)

Klikapa.com -Puluhan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) turun ke jalan Kamis (18/6/2020). Mereka yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah), menuntut  penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa UB.

Humas Amarah Ragil Ramadhan menjelaskan, aksi yang dimulai pukul 09.00 ini didasari oleh keresahan mahasiswa UB. Pasalnya, Rektorat UB tidaklah solutif dalam memberikan kebijakan di tengah pandemi Covid-19. 

"Demo ini sudah dua kali kami lakukan, sebelumnya juga kami sudah menyuarakan terkait hal serupa," jelasnya. 

Disebutkan, empat poin tuntutan yang dibawakan dalam aksi mereka. Yakni, pengurangan UKT dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mahasiswa UB dari seluruh jenjang sebesar 50 persen pada semester ganjil 2020/2021, pembebasan UKT dan SPP bagi seluruh jenjang mahasiswa yang hanya mengambil tugas akhir, mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas akhir dapat mengajukan penurunan, penundaan, dan atau pembebasan.

"Tuntutan terakhir, seluruh mekanisme pengajuan penurunan, penundaan, dan pembebasan diatur oleh Peraturan Rektor," terang Ragil.

Demo yang dilakukan mereka di Jalan Veteran sekitar pukul 10.15 selanjutkan jalan kaki ke gedungke Rektorat. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Abdul Hakim menemui mereka. 

Abdul Hakim menerangkan, peraturan yang membahas UKT dan SPP di tengah pandemi Covid-19, sudah pernah diterbitkan oleh pihak Rektorat UB. 

"Sudah pernah kami kaji juga bersama dengan Eksekutif Mahasiswa juga kan. Sudah ada surat edarannya," terangnya. 

Menurut Abdul, pihak UB tidak mungkin menurunkan UKT dan SPP mahasiswa sampai 50 persen. Namun ia mengatakan, rektorat sudah cukup membantu banyak saat pandemi Covid-19. 

"Saat ini kami sudah membebaskan ribuan UKT mahasiswa baru, memberikan kuota gratis, mana ada universitas lain yang seperti UB," paparnya. 

Namun penjelasan itu tak lantas membuat mahasiswa mengakhiri aksinya. Mereka tetap bersikukuh untuk menuntut penurunan UKT dan SPP sampai 50 persen. 

Salah satu massa aksi, Novada menjelaskan, UKT dan SPP UB dapat dipangkas dari biaya operasional yang tidak besar di saat pandemi Covid-19. 

"Tapi kan


BERITA TERKAIT