Guru SMP Praktik Fotografer Majalah Dewasa. Ujungnya Setubuhi Puluhan Wanita | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Guru SMP Praktik Fotografer Majalah Dewasa. Ujungnya Setubuhi Puluhan Wanita

  • 14-06-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1284
Guru SMP Praktik Fotografer Majalah Dewasa. Ujungnya Setubuhi Puluhan Wanita ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Seorang guru  SMP di Kabupaten BOjonegoro, Jawa Timur diciduk polisi. Itu lantaran guru bernama Muhammad Hadi,  itu melakukan sejumlah tindak asusila dengan dalih sebagai fotograher.

Pria 48 tahun itu mengaku telah memfoto bugil 25 wanita dengan alasan untuk dimuat di majalah dewasa. Bahkan beberapa di antaranya telah di setubuhi.

Kini, warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas Bojonegoro itu kini harus meringkuk di sel tahanan Polres Bojonegoro dan mempertanggung jawabkan perbuatan cabulnya.

Penangkapan Muhammad Hadi dilakukan polisi setelah menerima sejumlah laporan korbannya. Korban melaporkan Hadi karena merasa diperdayai akan dijadikan model majalah dewasa. Korban yang diminta untuk telanjang bulat tanpa sehelai benang.

Jika menolak, Hadi mengingatkan para korban dengan perjanjian yang telah dibuat bersama. Poin perjanjian itu yakni, apabila hasilnya jelek, maka akan dijadikan pacar, disetubuhi, dan ganti rugi yang nilainya puluhan juta. Merasa berat, para korban pun memilih berpose bugil di hotel.

Dari 25 korban, ada beberapa di antaranya yang masih di bawah umur berhasil digagahi Hadi.

Menurut keterangan pelaku, ada 25 wanita yang diperdaya dengan pose bugil. Namun yang baru teridentifikasi baru delapan orang, tiga di antaranya disetubuhi di sebuah hotel.

Saat melakukan penangkapan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa foto-foto korban dengan pose bugil, hasil pemotretan yang dilakukan pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti satu unit handphone, satu lembar surat pernyataan, tas warna silver berisi kamera dan komputer.

Untuk mencari mangsa, Hadi berselancar di jejaring sosial Facebook. Beberapa korban berasal dari Bojonegoro, Surabaya, dan Tuban. Atas perbuatannya, Muhammad Hadi diancam Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun.
 


BERITA TERKAIT