100 Ribu Orang Termasuk Pasien Corona Harus Diungsikan karena Badai di Mumbai | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

100 Ribu Orang Termasuk Pasien Corona Harus Diungsikan karena Badai di Mumbai

  • 03-06-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1164
100 Ribu Orang Termasuk Pasien Corona Harus Diungsikan karena Badai di Mumbai Kota Mumbai dihantam badai lebih dari 100 ribu warganya harus dievakuasi.(dok.ap)

Klikapa.com -Akibat badai lebih dari 100.000 orang, termasuk pasien virus corona harus dievakuasi ke tempat aman. Badai Nisarga itu dikabarkan bergerak menuju pantai barat India, Rabu (3/6/2020) sore.

Badai di Laut Arab di lepas pantai barat India telah meningkat menjadi topan yang kuat. Kecepatan di saat bergerak menuju ibu kota keuangan India, Mumbai, yang berpopulasi 18 juta orang.

Departemen meteorologi India mengatakan, Topan Nisarga diperkirakan akan menurunkan hujan lebat dan angin yang berhembus hingga 120km per jam ketika mendarat pada Rabu sore (3/6/2020) sebagai topan kategori 4 di dekat kota pesisir Alibagh, sekira 98 km selatan Mumbai, India.

Menurut keterangan pejabat, sedikitnya 100.000 orang, termasuk beberapa pasien virus corona, dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Laporan media India mengatakan Nisarga adalah topan terburuk yang melanda kawasan itu dalam lebih dari 70 tahun, meningkatkan kekhawatiran tentang kesiapan di Mumbai dan daerah-daerah tetangga.

Badai siklon di Laut Arab "sangat mungkin meningkat menjadi Badai Siklon parah selama enam jam ke depan," kata departemen meteorologi pada Rabu pagi.

Topan itu juga mengancam akan memperburuk prospek untuk perputaran ekonomi karena penguncian virus corona yang diberlakukan pemerintah selama sembilan pekan mulai dilonggarkan pekan ini.

Nisarga adalah topan kedua yang menyerang India dalam waktu kurang dari seminggu. Pada 21 Mei, Topan Amphan menghantam pantai timur negara itu termasuk Kolkata, dan negara tetangga Bangladesh, menewaskan lebih dari 100 orang dan meninggalkan jejak kehancuran.

Meskipun banjir pasca-musim hujan adalah hal biasa di Mumbai pada musim gugur, beberapa ahli khawatir kota ini tidak siap menghadapi angin kencang dan badai yang datang dengan topan.

"Belum ada tes tentang bagaimana kota ini menghadapi topan," kata Adam Sobel, seorang ilmuwan iklim di Universitas Columbia yang telah mempelajari risiko tersebut ke Mumbai. "Itu hanya membuatku gugup." 
 


BERITA TERKAIT