Batik Air dan Angkasa Pura II Disanksi karena Picu Penumpukan Menumpuk di Bandara Soetta | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Batik Air dan Angkasa Pura II Disanksi karena Picu Penumpukan Menumpuk di Bandara Soetta

  • 19-05-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :627
Batik Air dan Angkasa Pura II Disanksi karena Picu Penumpukan Menumpuk di Bandara Soetta Penumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis pagi (14/5)

Klikapa.com -Penumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis pagi (14/5/2020) berujung sanksi. Operator angkutan udara dan operator bandar udara yaitu Batik Air dan PT Angkasa Pura II (Persero) disanksi Kementrian Perhubungan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan Kemenhub via Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan sanksi, Selasa (19/5/2020). 

Adapun aturan yang dilanggar adalah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh inspektur kami, terdapat pelanggaran berkaitan dengan physical distancing yang dilakukan oleh operator angkutan udara dan operator bandar udara," kata Adita.

"Dari hasil investigasi dari inspektur penerbangan Ditjen Hubud bahwa yang melanggar adalah maskapai Batik Air dengan rute Jakarta- Denpasar ID 6506," lanjutnya.

Menurut Adita, operator angkutan udara melanggar ketentuan yang tertera pada pasal 14 poin b mengenai pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50% dari jumlah kapasitas tempat duduk dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

"Kepada operator angkutan udara yang terbukti melanggar, kami memberikan sanksi berupa pembekuan izin di rute-rute penerbangan yang melanggar tersebut," ungkap Adita.

Selain itu, menurut dia, Ditjen Hubud juga memberikan sanksi kepada operator bandar udara.

"Berdasarkan PM 18 tahun 2020, operator prasarana transportasi wajib menjamin penerapan protokol kesehatan berupa sterilisasi rutin melalui penyemprotan disinfektan dan jaga jarak fisik (physical distancing). Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran terhadap penerapan physical distancing oleh operator bandar udara, sehingga kami memberikan surat peringatan agar hal seperti ini dapat diantisipasi dengan baik dan tidak kembali terulang," kata Adita.

Ia pun menegaskan Kemenhub akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan transportasi udara.

"Kami harap seluruh stakeholder penerbangan nasional dapat mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku, terlebih lagi kita tengah menghadapi wabah yang terus


BERITA TERKAIT