Wali Kota Malang: Keluyuran Malam Saat PSBB, Langsung Dikarantina | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Wali Kota Malang: Keluyuran Malam Saat PSBB, Langsung Dikarantina

Wali Kota Malang: Keluyuran Malam Saat PSBB, Langsung Dikarantina Salah satu tempat karantika yang telah disiapkan Pemkot Malang.(firman)

Klikapa.com -Lima rumah karantina sudah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk penanganan pencegahan penularan Covid-19. Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan rumah karantina itu siap digunakan. 

Menurut Sutiaji, rumah karantina ini nantinya akan digunakan bagi warga yang ketahui positif setelah dicek di posko check point. 

Disebutkan, setelah tiga hari penerapan PSBB di Kota Malang, segera dilakukan penindakan terpadap para pelanggar PSBB.

Warga yang  terjaring karena terbukti melanggar akan langsung ditindak. Salah satunya dengan rapid test.

“Kalau misalnya keluyuran di atas jam malam, langsung dilakukan rapid test. Kalau reaktif langsung ditempatkan di rumah karantina,” tegas Sutiaji.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif menyebut mulai Rabu (20/5) esok, tiap-tiap cek poin dibekali 1 box alat rapid test. Warga pengendara yang terdeteksi suhu badannya diatas 38 derajat akan dijaring untuk dilakukan rapid test.

“Saat ditemukan adanya suhu badannya 38 derajat ke atas, kita suruh istirahat dulu di pos selama kurang lebih 15 sampai 30 menit. Lalu kita cek lagi kalau masih sama suhunya dan tidak turun akan di rapid. Jika hasilnya reaktif langsung dibawa ke rumah karantina,” jelas Husnul. 

Ia melanjutkan saat di rumah karantina, yang bersangkutan akan kembali dilakukan rapid test dan pengecekan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Lebih jauh Husnul menyampaikan, saat ini Kota Malang telah menyiapkan lima rumah karantina. Pertama adalah Gedung APDN di Jalan Kawi dengan kapaitas 80 tempat tidur, Gedung Raya Langsep dengan kapasitas 40 tempat tidur, Guest House di Jalan Kawi dengan kapasitas enam tempat tidur.

Kemudian juga disiapkan dua rumah karantina cadangan yang berada di Rusunawa Unikama  dan Rusunawa Dinas Pendidikan yang rata-rata memiliki kapasitas 60 sampai dengan 80 tempat tidur. Maka bed yang disiapkan cukup untuk menampung 206 warga yang terindikasi. 

"Semua sudah dipersiapkan, dan yang jaga dijadwal


BERITA TERKAIT