Tiga Jambret HP Klenger Dihajar Massa, Satu Orang Tewas | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tiga Jambret HP Klenger Dihajar Massa, Satu Orang Tewas

  • 11-05-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7158
Tiga Jambret HP Klenger Dihajar Massa, Satu Orang Tewas ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Tiga jambret yang merampas handphone klenger dihajar massa. Satu di antaranya bahkan sampai meregang nyawa. Peristiwa yang terjadi di Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo itu kini sedang dalam penanganan polisi.

Para pelaku itu menjadi sasaran amuk massa setelah tertangkap tangan usai menjambret HP milik Anggi,28, korbannya. Kasus ini terjadi pada Minggu (10/5/2020) malam.

Dari identifikasi polisi, ketiga jambret bernama Doni Irawan, warga Dusun Kemiri, Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo; Dedi Purwanto, 26, warga Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan dan Moh Jeffri, 21, asal Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Perampasan yang dilakukan ketika pelaku itu terjadi ketika korban sedang asik mengoperasikan handphone-nya di atas motor di Dusun Pakem, Desa Rejeni.

Ketiga pelaku yang berboncengan mengendarai motor Honda CB150R mendekati korban dan langsung merampas handphone milik korban. Setelahnya para pelaku menggeber motornya ke arah Porong.

Korban segera mengejar sambil berteriak jambret. Teriakan korban didengar warga sekitar hinga ikut mengejar pelaku sampai ketiga pelaku terjatuh dari motornya karena oleng.

Korban berhasil menangkap satu dari tiga pelaku saat terjatuh, sedangkan dua lainnya kabur ke arah persawahan. Namun warga tetap mengejar keduanya dan berhasil ditangkap. Dari sinilah para pelaku dihajar.

"Satu pelaku tewas, satu kritis sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong dan satunya diamankan di polsek," kata Roni, salah satu warga.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji membenarkan peristiwa itu. Ia juga tidak menyangkal jika salah satu pelaku tewas diamuk massa usai merampas HP di lokasi tersebut.

"Ya tadi malam. Sekarang kasusnya sedang ditanggani," pungkas Sumardji.
 


BERITA TERKAIT