72 Napi Wanita LP Sukun, Kota Malang Dibebaskan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

72 Napi Wanita LP Sukun, Kota Malang Dibebaskan

  • 06-04-2020 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :669
72 Napi Wanita LP Sukun, Kota Malang Dibebaskan 72 orang warga binaan Lapas Wanita Sukun, Kota Malang dibebaskan.

Klikapa.com -Sebanyak 72 orang narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Sukun Malang, menghirup udra bebas, Senin (6/4/2020). Mereka dinyatakan bebas setelah menjalani 2/3 hukuman dalam program asimilasi dan integrasi.


Kepala Lapas Wanita Sukun Ika Yusanti mengatakan, ke 72 Napi dari berbagai kasus itu bebas berdasar keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, nomor M.HH.19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi. 


Keputusan tersebut sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19.


“Mereka sebetulnya belum bebas sepenuhnya. Namun karena telah mendapat asimilasi serta sesuai syarat akhirnya dibebaskan,” terang Ika.


Kendati begitu, mereka ternyata tidak bisa leluasa pergi. Karena tetap ada pembinaan serta pengawasan terhadap mereka. Termasuk juga masih harus melaporkan administrasinya secara rutin ke baladesa pemasyarakatan Malang.


"Sebenarnya bukan pembebasan. Melainkan tahapan pembinaan para narapidana. Karena pembinaan ada dua cara, yatitu pembinaan di luar ataupun di dalam. Mereka yang bebas setelah mendapat asimilas, akan diawasi oleh petugas,” ujarnya.


Lebih lanjut, Ika mengatakan bahwa penerapan pembebasan napi merupakan hal yang tidak biasa. Ketika dalam keadaan force majeure, bencana non alam dan darurat bisa diberlakukan. Salah satu tujuannya adalah untuk memutus penyebaran virus Corona. Selain itu juga untuk mengantisipasi over kapasitas. 


“Kapasitas LP Wanita Sukun ini sebenarnya hanya memiliki kapasitas 164 Napi. Namun yang terjadi sekarang total ada 630 Napi. Ketika dikurangi 72 Napi, maka sekarang yang tersisa tinggal 588 Napi,”jelasnya.


“72 Napi yang dibebaskan tersebut, harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Yakni 2/3 masa pidananya yang dijatuhkan sebelum 31 Desember 2020.” Ucap Ika.(mg4/agp)


BERITA TERKAIT