Tak Terima Ibunya Disebut Lonte, Suami Bunuh Istrinya di Dampit | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tak Terima Ibunya Disebut Lonte, Suami Bunuh Istrinya di Dampit

  • 05-04-2020 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :774
Tak Terima Ibunya Disebut Lonte, Suami Bunuh Istrinya di Dampit Tersangka Agus Widodo alias Agus Bugo, 46 saat kasusnya dirilis Kapolres Malang AKBP Hendri Umar

Klikapa.com -Penemuan mayat seorang wanita di Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, , Kabupaten Malang, terungkap. Pelakunya tiak lain suaminnya, Agus Widodo alias Agus Bugo, 46. Pembunuhan itu dipicu kejengkelan suami karena istrinya disebut sering menyebut ibunya dengan sebutan 'lonte' (PSK). 

Sebelumnya, warga menemukan jasad Suliani, 40, warga Dusun Krajan, Desa Pamotan, di bawah pohon pisang di area perkebunan tebu Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Dampit, atau sekitar 4 kilometer dari rumahnya, Jumat (3/4/2020). 

Polisi yang menyelidiki kematian ibu dua anak itu segera menangkap suaminya. Agus Widodo dijemput petugas di rumahnya setelah polisi mendapat sejumlah bukti dan keterangan sejumlah saksi.

Dihadapan Kapolres Malang AKBP Hendri Umar dan Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat rilis kasus pembunuhan Sabtu (4/4/2020), Tersangka tidak mengelak jika membunuh istrinya itu.

Ia mengaku terpaksa menghabisi nyawa istri sirinya karena emosi. Ia tidak terima saat ibunya dipanggil 'lonte' atau pelacur oleh korban.

“Saya emosi karena ibu saya dipanggil lonte. Anak mana yang tidak marah ibunya dipanggil begitu,” katanya.

Menurut dia, yang dilakukannya adalah puncak dari kemarahannya atas ucapan istrinya yang dianggap tak pantas sebagai anak atau menantu. 

"Sering kali dia menghina ibu saya. Tidak hanya pas di rumah, tetapi juga di tempat umum dan banyak orang," tuturnya.

Agus dan Suliani, menikah sejak 3 tahun lalu. Suliani, mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. Selama bersama Agus, dia menjalankan usaha peternakan Burung Puyuh.

Agus tak menyangkal jika ia mencintai istrinya. Namun umpatan dan hinaan terhadap ibunya, membuatnya gelap mata. “Ya saya cinta, tapi bagaimana dengan hinaan terhadap ibu saya,” tambahnya.

Akibat  perbuatannya itu, Henri Umar menyebut tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

''Saat ini proses penyidikan masih berjalan, ''katanya.(fin/agp)
 


BERITA TERKAIT