Komdis Sanksi Denda Arema Rp 100 Juta dan Teruran Keras kepada Pelatih dan Asistennya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Komdis Sanksi Denda Arema Rp 100 Juta dan Teruran Keras kepada Pelatih dan Asistennya

  • 02-04-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1194
Komdis Sanksi Denda Arema Rp 100 Juta dan Teruran Keras kepada Pelatih dan Asistennya Pelatih Arema Mario Gomez (kanan) dan asistennya Charis Yulianto.(ist)

Klikapa.com -Komite Disiplin (Komdis) PSSI mensanksi Arema FC setelah melakukan sidang disiplin terkait dua pekan terakhir Liga 1 Indonesia 2020 sebelum dihentikan. 

Ada empat sanksi yang diberikan kepada Singo Edan. Dua di antaranya, dikenakan kepada Mario Gomez, pelatih kepala Arema FC dan asistennya Charis Yulianto.

Sanksi Komdis kepada Gomez adalah teguran keras. Sanksi itu diberikan karena Gomez dianggap melakukan protes berlebihan kepada wasit cadangan ketika PS Tira menjamu Arema FC, 2 Maret 2020. 

Sanksi teguran yang sama juga dijatuhkan Komdis kepada asistennya Charis Yulianto.

“Ofisial Arema FC Charis Yulianto, dalam kompetisi Liga 1 2020, pertandingan PS Tira Arema FC, tanggal 2 Maret 2020, jenis pelanggaran, protes berlebihan kepada wasit cadangan. Hukuman, teguran keras,” tulis Komdis PSSI dari putusan sidang disiplin yang dirilis akhir Maret 2020.

Selain hukuman sanksi teguran keras, denda uang juga dikenakan kepada Arema akibat pelanggaran di pertandingan lain. Tepatnya, saat Arema FC menjamu Persib Bandung pada 8 Maret 2020. Dalam pertandingan tersebut, Arema melakukan pelanggaran yang berbuah lima kartu kuning dalam satu laga.

Akibatnya, Komdis memberikan denda Rp 50 juta kepada Arema. Selain itu, Singo Edan juga dinyatakan bersalah karena ada pelanggaran suporter yang melempar botol ke dalam lapangan. 

Suporter juga masuk ke dalam lapangan dalam pertandingan melawan tim berjuluk Maung Bandung di Stadion Kanjuruhan. Dendanya adalah Rp 50 juta. 

Media Officer Arema, Sudarmaji menyebut Arema menerima hukuman dari Komdis PSSI. Tapi, dia juga meminta semua pihak terkait, untuk tidak melupakan sanksi komdis ini. Jangan sampai pelanggaran serupa, terjadi di masa depan.

“Semoga sepakbola diliburkan jadi momen intropeksi agar sanksi serupa tidak terjadi lagi,” tegas Sudarmaji. 

Dia juga mengajak semua elemen, baik klub, pemain dan pelatih,  suporter dan panpel, untuk bersama-sama membangun iklim sepakbola yang meriah tapi tidak kebablasan. 

“Ayo jangan menyerah untuk berbenah. Tidak ada kata


BERITA TERKAIT