Menkumham Yasonna: Belum Ada Napi atau Lapas Terpapar Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Menkumham Yasonna: Belum Ada Napi atau Lapas Terpapar Covid-19

  • 01-04-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :147
Menkumham Yasonna: Belum Ada Napi atau Lapas Terpapar Covid-19 Ilustrasi penyemprotan disinfektan di salah saatu Lapas untuk cegah corona.(ist)

Klikapa.com -Meski pembebasan puluhan ribu Napi berdalih dengan covid-19, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly mengklaim sampai saat ini belum ada narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) yang terinfeksi virus corona (Covid-19).

"Kami doakan semua, sampai sekarang belum ada yang terpapar [corona]," kata Yasonna saat menggelar Rapat Kerja dengan Komisi III DPR melalui teleconference, Rabu (1/4/2020).

Yasonna menyatakan pihaknya sudah menjalankan langkah pencegahan dan protokol kesehatan di area lapas maupun rutan sejak menyebarnya virus corona di Indonesia.

Mulai dari penyemprotan disinfektan di seluruh lapas dan rutan yang ada di Indonesia hingga pembatasan terhadap tamu yang berkunjung.

"Tidak dilakukan bertamu kecuali [melalui] video conference," ujar Yasonna.

Tak hanya itu, Yasonna menyatakan para petugas lapas dan rutan harus mengikuti langkah standar pencegahan penanganan Covid-19. Salah satunya dengan memakai alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

"Pintu masuk harus melalui di-spray seluruh tubuh, wajib cuci tangan. Kami juga rutin mengeluarkan warga binaan untuk berjemur [di bawah sinar matahari] secara bertahap," katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Nugroho menginstruksikan agar jajarannya menyiapkan beberapa UPT Pemasyarakatan dijadikan lokasi karantina mandiri. Ia meminta agar jajarannya dapat mempersiapkan segala kemungkinan terburuk terkait penyebaran virus corona.

Sementara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membebaskan 13.430 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi per Rabu (1/4/2020) hari ini. 

Langkah itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan yang kapasitasnya meledak.


BERITA TERKAIT