300 Siswa Kepolisian Positif Corona, Jalani Karantina dan Tes Swab | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

300 Siswa Kepolisian Positif Corona, Jalani Karantina dan Tes Swab

  • 01-04-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :189
300 Siswa Kepolisian Positif Corona, Jalani Karantina dan Tes Swab Ratusan siswa polisi 'positif' corona lewat rapid test.(dok.detikcom)

Klikapa.com -Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri, tidak menampik adanya 300 siswa kepolisian dinyatakan positif corona versi rapid test. Mereka pun segera menjalani pemeriksaan swab saat menjalani masa isolasi selama 14 hari. 

Kapusdokkes Polri, Brigadir Jenderal Musyafak menyebutkan kini mereka yang  terindikasi Covid-19 itu segera dilakukan tes swab setelah hari ke 14 dalam masa karantina.

"Akan saya lakukan tes swab itu nanti setelah hari ke 14 supaya tidak nanggung," kata Musyafak seperti dikutip cnn, Rabu (1/4/2020).

Menurut dia, hasil pemeriksaan sementara, belum terdapat siswa yang mengalami gejala-gejala terjangkit virus covid-19.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkap adanya 300 siswa polisi Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi yang terindikasi positif Covid-19. Itu diketahui setelah hasil rapid diagnostic test (RDT) yang dilakukan secara masif di 27 kota dan kabupaten di Jabar.

Temuan warga yang positif itu sebagian besar berasal dari wilayah Kota Sukabumi.

"Kami temukan ada klaster Sukabumi," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam keterangan pers, Senin (30/3/2020).

Mengingat hinmgga saat ini kondisi dari 300 siswa itu tidak menunjukkan gejalan klinis, Musyafak memilih untuk mengategorikan 300 orang tersebut sebagai orang dalam pengawasan (ODP). Para siswa itu pun kemudian dikarantina selama 14 hari di lingkungan dormitori Setukpa.

"Satu orang satu ruangan. Selain itu kemarin sudah saya injeksi vitamin C, dan rencana seminggu sekali selama 14 hari ini, kemudian saya kasih vitamin C tablet," jelas dia.

"Kemarin foto rontgen, saya mau melihat apakah ada gangguan pada paru-parunya, ternyata normal semua," terangnya.

Ia pun menegaskan, meskipun 300 siswa telah dinyatakan positif, namun hal itu belum dapat dipastikan terkait dengan virus covid-19. Dalam hal ini, ia berpedoman pada hasil rapid test yang dilakukan hanya untuk pengecekan antibody pada setiap subjek yang dilakukan test tersebut.

"Rapid test hanya memeriksa antibodi, antibodi saja


BERITA TERKAIT