Kota dan Kabupaten Malang Karantina Lokal. Keluar Masuk Warga Diawasi Ketat. Pendatang Wajib Karantina | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kota dan Kabupaten Malang Karantina Lokal. Keluar Masuk Warga Diawasi Ketat. Pendatang Wajib Karantina

  • 30-03-2020 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :894
Kota dan Kabupaten Malang Karantina Lokal. Keluar Masuk Warga Diawasi Ketat. Pendatang Wajib Karantina Malang kota dan kabupaten lakukan karantina lokal aktivitas warga keluar masuk wilayahnya diawasi ketat.

Klikapa.com -Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang mulai menerapkan karantina lokal. Para pekerja yang melakukan lintas wilayah diminta sedapat mungkin untuk bekerja dari rumah saja. Sedangkan pendatang khususnya dari daerah zona merah Covid-19, wajid karantina mandiri selama 14 hari.

Tak itu. Desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Malang pasang portal dan dijaga petugas kepolisian. 

Pengetatan aktivitas warga untuk masuk keluar wilayah itu diatur secara  tertulis oleh Bupati Malang HM Sanusi dan Wali Kota Malang Sutiaji. 

Awalnya Bupati Sanusi membuat Surat Edaran (SE) pada Minggu (29/3/2020). Kemudian disusul Wali Kota Sutiaji menerbitkan SE yang hampir sama pada Senin (30/3/2020).

Dalam SE Bupati Malang, mengingatkan pendatang yang masuk wilayah Kabupaten Malang wajib isolasi diri secara mandiri di rumah yang didatangi selama 14 hari. 

Mereka diminta tak boleh interaksi dengan siapapun selama karantina. Bahkan selama isolasi dilakukan, ada petugas yang memantau. 


“Perangkat desa atau kelurahan akan memantau langsung warga yang menjalani isolasi mandiri. RT, RW dan Gugus Tugas Covid-19 yang dibentuk desa dan kelurahan juga memantau,” jelas Sanusi. 

Dalam SE yang sudah diedarkan itu, Sanusi juga mengingatkan warga yang bekerja di luar Kabupaten Malang atau di daerah zona merah yang setiap hari pergi – pulang (PP) bekerja dari rumah saja atau Work From Home (WFH). 


 “Kami mengimbau seluruh warga yang bekerja untuk bekerja di rumah. Tapi itu juga tergantung perusahaan masing-masing. Karena memang masih ada perusahaan yang tidak menerapkan WFH,” ungkapnya. 


Jika tetap bekerja di kantor, Sanusi mengimbau perusahaan menyediakan fasilitas, seperti penyemprotan tubuh dengan antiseptik, menyediakan hand sanitizer serta dan masker. 


“Untuk perusahaan-perusahaan di Kabupaten Malang imbauan itu sudah kami berikan,” jelas mantan Wabup Malang ini. 


Sedangkan Wali Kota Malang Sutiaji juga menerbitkan SE yang isinya hampir sama dengan SE Bupati Malang. Surat bernomor 338.973/35.73.133/2020 yang diedarkan malam


BERITA TERKAIT