Tenaga Medis se-Malang Raya Tak Maksimal karena APD Terbatas | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tenaga Medis se-Malang Raya Tak Maksimal karena APD Terbatas

  • 28-03-2020 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :705
Tenaga Medis se-Malang Raya Tak Maksimal karena APD Terbatas Terbatasnya alat pelindung diri, menjadikan tenaga medis ak optimal saat melawan virus corona

Klikapa.com -Petugas medis di Malang Raya mengaku kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk memerangi virus Corona. Bantuan pemerintah pusat ternyata kurang.


Akibatnya masing-masing pemda membeli sendiri. Itu pun tak gampang karena barangnya tidak ada, sehingga harus bersusahpayah mencari ke Jakarta. 


Kekurangan APD di Kabupaten Malang diungkapkan Bupati Malang HM Sanusi, Sabtu (28/3/2020). 


“Kami memiliki anggaran, tapi stok (untuk beli) kosong,” kata Sanusi.

 
Orang pertama di Pemkab Malang itu sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk terus mencari  tempat jual APD. 


“Memang saat ini sedang kesulitan, di semua tempat tidak ada barangnya. Tapi kami terus mencari ya. Kami sangat serius dalam hal penanganan Covid-19 ini,’’ ungkapnya.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti mengaku, sebelumnya mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 200 paket. Bantuan tersebut sudah didistribusikan. 


“Untuk RSUD Kanjuruhan APD yang kami bagikan sebanyak 100 paket. Kalau tidak salah RS Wava Husada 50 paket, dan masih tersisa 50.  juga akan didistribusikan,’’ katanya. 


Bantuan yang diberikan pusat sekitar 200 set ternasuk Rapid test tersebut juga sudah disitribusikan. Rinciannya 120 untuk RSUD Kanjuruhan, 20 untuk RS Wava Husada dan 60 didistribusikan ke RS Prima Husada.


Kondisi yanag sama juga dirasakan petugas medis Kota Malang. Kini sangat dirasakakan terbatasnya APD. Shingga kerja tenaga medis dianggap tidak maksimal. 


Karena sangat tidak mungkin para tenaga medis bekerja tanpa dilengkapi APD yang meliputi baju pelindung (Hazmat Suit), masker, sarung tangan, hingga hand sanitizer.


Humas Tim Satgas Covid- 19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 Kota Malang melaporkan stok APBD menipis. 


“Sudah kami laporkan situasinya ke Kementerian Kesehatan dan Dinkes (Dinas Kesehatan) Provinsi (Provinsi Jawa Timur). Kondisinya memang mulai kurang,” katanya. 


Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari juga mengakui kekurangan


BERITA TERKAIT