Satu Warganya Positif Corona Wali Kota Batu Sebut Konsekuensi Banyaknya TKI Pulang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Satu Warganya Positif Corona Wali Kota Batu Sebut Konsekuensi Banyaknya TKI Pulang

  • 27-03-2020 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1014
Satu Warganya Positif Corona Wali Kota Batu Sebut Konsekuensi  Banyaknya TKI Pulang Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat dicek suhu tubuh ketika melakukan kunjungan ke tempat wisata Jatwa Timur Park (JTP)3, Minggu (15/3/2020).(firman)

Klikapa.com -Jumlah pasien positif Covid-19 di Malang Raya bertambah. Per Jumat (27/3/2020) jam 17.00 WIB, jumlah warga yang positif terpapar virus Corona masing masing Kota Malang,Kota Batu dan Kabupaten Malang bertambah satu orang. 

Dengan tambahan itu, membuat Kota Batu ditetapkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu kota yang masuk dalam zona merah. Bersama dengan Situbondo, Jember dan Lumajang.

Selain pasien positif Covid-19, jumlah Orang Dalam Risiko (ODR) dan Orang Dalam Pemantauan ODP di Kota Batu dilaporkan juga terus meningkat setiap harinya. 

Tercatat hingga Jumat (27/3), mencapai 441 ODR dan ODP 67 dari sehari sebelumnya Kamis (26/3) ada 417 ODR dan 66 ODP.

Meningkatnya jumlah itu kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko salah satunya karena setiap hari selalu ada Tenaga Kerja Indonesia yang pulang pergi dari dari luar negeri. Per harinya rata-rata ada 250-500 orang.

"Menurut gubernur peningkatan ini karena setiap hari banyak TKI yang pulang berasal dari Jatim. Rata-rata 250 orang-500 orang. Mereka pulang dari Malaysia dan Hongkong ketika kontrak habis," ujar Dewanti usai teleconfren dengan Gubernur Jatim, Jumat (27/3/2020). 

Melihat seperti itu, lanjut dia, ada konsekuensi pada meningkatnya OPD. Ini pun membawa konsekuensi anggaran bertambah untuk perang melawan Covid-19. Anggaran untuk penanganan seluruh OPD mencapai Rp 10 miliar.

Kota Batu yang memiliki satu RS rujukan Covid-19 juga mendapat bantuan dari Pemprov Jatim untuk rapid test. Untuk jumlahnya pihaknya masih menunggu dari Pemprov. Yang jelas jumlahnya sedikit karena Kota Batu tidak memiliki pasien berstatus positif.

Untuk rapid test nantinya akan diberikan secara gratis kepada mereka yang ODP dan petugas medis. 

Untuk  APD bagi petugas, Dinkes Kota Batu juga telah melakukan pemesanan sebanyak 125 set APD lengkap untuk petugas yang mengambil sampel dan kontak dengan pasien. Dan pengadaan masker sebanyak 1000 box yang nantinya digunakan oleh


BERITA TERKAIT