Harga Emas Meroket di Tengah Merebaknya Virus Corona | Berita Terbaru Hari ini

Close

Harga Emas Meroket di Tengah Merebaknya Virus Corona

  • 2020-03-24
  • Editor :junaedi
  • dibaca :132
Harga Emas Meroket di Tengah Merebaknya Virus Corona Harga emas terus meroket di tengah merebaknya virus corona.(ist)

Klikapa.com -Di tengah merebaknya cirus corona, harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dibanderol kian meroket. Kini mencapai Rp919 ribu per gram atau melesat Rp58 ribu per gram dibandingkan harga emas kemarin, yakni Rp861 ribu. 

Begitu juga dengan harga pembelian kembali yang naik Rp56 ribu menjadi Rp836 ribu per gram pada Selasa (24/3/2020).

Mengutip data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp484 ribu, 2 gram Rp1,78 juta, 3 gram Rp2,65 juta, 5 gram Rp4,41 juta, 10 gram Rp8,76 juta, 25 gram Rp21,8 juta, dan 50 gram Rp43,53 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87 juta, 250 gram Rp217,25 juta, 500 gram Rp434,3 juta, dan 1 kilogram Rp868,6 juta.

Sedangkan harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.598,6 per troy ons atau naik 1,65 persen.

Begitu pula harga emas di perdagangan spot tercatat melejit 1,26 persen ke US$1.573,29 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi harga emas di pasar internasional masih akan menguat hari ini sejalan dengan positifnya indeks saham Asia. Misalnya, Nikkei menguat 4,88 persen dan Kospi naik 5,36 persen.

"Harga emas yang kini searah dengan indeks saham juga akan menguat," ujar Ariston yang dikutip cnnindonesia

Proyeksinya, harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.550 sampai US$1.620 per troy ons pada hari ini. Sentimen utama berasal dari pengumuman kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).


"The Fed merilis program kredit ke pebisnis AS melalui perbankan. Ini memberikan sentimen positif ke sebagian aset berisiko dan emas," jelasnya.

Di sisi lain, pelaku pasar masih menunggu kepastian rencana pemberian stimulus dari Presiden AS Donald Trump dengan nilai mencapai US$2 triliun.

"Bila disetujui, ini akan memberikan dorongan penguatan


BERITA TERKAIT