Kabupaten Malang Instruksinya Seluruh Tempat Wisata Tutup | Berita Terbaru Hari ini

Close

Kabupaten Malang Instruksinya Seluruh Tempat Wisata Tutup

  • 2020-03-23
  • Editor :junaedi
  • dibaca :171
Kabupaten Malang Instruksinya Seluruh Tempat Wisata Tutup Salah satu destinasi wisata di Malang Selatan, Pantai Ngliyep sementara waktu ditutup.

Klikapa.com -Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, menginstruksikan penutupan seluruh tempat wisata destinasi wisata di wilayahnya. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.


Kadisparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, menyebutkan surat edaran (SE) ikhwal ketentuan itu sudah diedarkan.


“Penutupan ini berlaku mulai hari ini (23/3/2020), sampai tanggal 5 April 2020 mendatang,” kata Made, Senin (23/3/2020).


Menurutnya, beberapa tempat wisata bahkan aktivitasnya sudah terhenti total. Seperti Wisata Agro Wonosari, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sumber Taman, Sumber Maron dan Sumber Jeruk. 


Sedangkan tempat wisata lain yang belum melakukannya, didesak secepatnya untuk mematuhi instruksi Bupati Malang yang dituangkan dalam SE itu.


“Kami instruksikan, semua daya tarik wisata, destinasi, fasilitas pariwisata, untuk tidak menerima kunjungan wisatawan, alias ditutup sementara,” tandas Made. 


Tak hanya instruksi penutupan tempat wisata, Disparbud Kabupaten Malang juga memberi empat instruksi khusus untuk para pelaku wisata yang tertuang di surat edaran.


Pertama, pengelola wisata wajib menjaga kebersihan dan keamanan agar tak muncul masalah lain. Kedua, pengelola wisata tetap menaruh 1 atau 2 orang penjaga di wilayah wisata. Tiga,  pengelola wisata dilarang mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang di area wisata.


“Kami juga instruksikan agar pengelola wisata melapor ke pihak terkait apabila ada temuan yang mengancam keamanan, kesehatan dan keselamatan,” sambung Made. 


Tempat wisata di Kabupaten Malang, juga dititipi pesan, untuk menyediakan informasi serta pengetahuan soal virus corona.


Sebelumnya, Jumat (20/3) lalu, Disparbud setempat juga mengumpulkan pelaku wisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Malang, Asosiasi Perjalanan Wisata, Himpunan Pramuwisata, pengelola hiburan dan pengelola oleh-oleh. Pada pertemuan itu, mereka diminta sedapat mungkin menerapkan ketentuan yang tertuang dalan SE.


Sementara Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan mengaku siap


BERITA TERKAIT