Polisi Pastikan Sopir Mikrolet di Batu Tewas Tergantung karena Bunuh Diri | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Pastikan Sopir Mikrolet di Batu Tewas Tergantung karena Bunuh Diri

  • 09-03-2020 penulis : kerisdianto
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1782
Polisi Pastikan Sopir Mikrolet di Batu Tewas Tergantung karena Bunuh Diri Petugas saat melakukan olah TKP sopir mikrolet yang ditemukan dalam kondiisi leher terjerat tali.(ist)

Klikapa.com- Kematian sopir Mikrolet jurusan Batu - Selecta dalam kondisi tewas tergantung di mikroletnya dipastikan Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Tri Wahyono karena bunuh diri.

Inikasi itu setelah dilakukan olah TKP dan hasil hasil visum dokter di RS hasta Brata, Kota Batu, tidak ada ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh korban. Selain itu ada tanda lain yang menunjukkan bahwa korban bunuh diri. Yakni adanya cairan sperma yang kelaur.

"Tidak ada kekerasan di tubuh. Ini murni karena bunuh diri dengan dilihat dari olah TKP jika ada bekas tanda tali di leher dan keluar sperma. Jika dibunuh, pasti ada perlawanan. Namun di lokasi kejadian bersih tidak ada tanda pembunuhan dan keluarga mengikhlaskan meninggalnya korban,"  terang Hendro.

BACA JUGA: Sopir Ditemukan Tewas dengan Leher Terikat di Mikroletnya

Lebih dari itu, Hendro juga menyebutkan hasil penyelidikan itu juga didukung keterangan keluarga. Korban selama ini sering mengeluh karena sakit sesak nafas tak kunjung sembuh. 

Selain itu, uang setoran angkot yang seharusnya dibayarkan, sering  digunakan untuk berobat. Kondisi ini yang membuat korban tertekan. 

Sementara itu, Rondi Anwarudin pemilik Mikrolet mengatakan, korban sebenarnya sudah cukup lama menjalankan mikroletnya. Selama lima tahun mengoperasikan angkot miliknya tidak ada masalah.

"Tidak pernah ada masalah selama ini. Dia bekerja sudah lima tahun lebih dan setiap setoran juga lancar. Namun korban kasih tahu saya jika sudah dua minggu kondisi sakit," terangnya.

Ia menjelaskan, terakhir berkomunikasi dengan korban melalui telepon sejak dua minggu lalu. Korban diketahui mengirim pesan tengah sakit sesak nafas. 

Sedangkan Fendi Susanto,40, anak korban menceritakan jika terakhir bertemu dengan sang ayah pada Minggu (8/3/2020) sekitar 10.00 WIB. Bahkan dirinya makan bersama dan mengajak cucu bermain bersama. 

"Terakhir bertemu bapak Minggu kemarin sebelum berangkat kerja. Namun sejak berangkat narik bapak tidak pulang sampai ada kabar ditemukan meninggal di timur


BERITA TERKAIT