Tersangka Perumahan Bodong Mengaku Tak Bisa Bangun karena Tertipu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tersangka Perumahan Bodong Mengaku Tak Bisa Bangun karena Tertipu

  • 02-03-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1038
Tersangka Perumahan Bodong Mengaku Tak Bisa Bangun karena Tertipu Polisi ketika merilis penipuan berkedok pembangunan properti.

Klikapa.com –Setelah ditangkap, pelaku penipuan berkedok penjualan properti,  Linda Yunus malah mengaku menjadi korban penipuan. 


Namun wanita berusia 46 tahun yang tinggal Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini mengaku jika ia tidak bisa membangun rumah seperti yang dijanjikan kepada usernya karena tertipu, membeli tanah yang ternyata tanah sengketa.


Linda, mengakui jika dulunya dirinya direktur PT Dua Permata Kembar, selaku pengembang perum The Valley Residence. Tapi ternyata, PT ini bodong dan merugikan konsumen sampai ratusan juta.


Menurut Linda, ia tidak bisa membangun rumah karena tanah yang rencananya akan dibangun perumahan ternyata tanah sengketa. 

Baca Juga: Penipuan Berkedok Penjualan Properti Dobongkar Polres Malang Kota


“Saya juga kena tipu. Ternyata objeknya tidak bisa dibangun,” kata Linda di hadapan awak media, saat kasusnya dirilis Polres Malang Kota. Senin (2/3/2020). 


Namun Linda tidak bisa menjelaskan soal alamat PTnya yang abal-abal, serta cek kosong yang diberikan kepada kedua korbannya.

Ia tak menyangkal jika memberirkan tawaran kepada usernya tawaran diskon sampai Rp 40 juta serta gratis pengurusan dokumen, berhasil mengelabui para korbannya. Itu dilakukan karena ia memiliki tenaga marketing sendiri.


“Saya memiliki marketing sendiri. Ada dua marketing dan digaji,” ujar Linda. 


Setelah sukses merayu para korban dan persoalan mulai muncul, Linda dan suaminya, Tommy Hartaji menghilang. Apalagi tanah yang dijanjikan akan dibangun The Valley Residence ternyata tidak pernah ia bebaskan. Tanah itu dari pemiliknya hanya di-DP Rp 100 juta. Letak tanah itu ada di kawasan Merjosari Lowokwaru.


Lantaran tidak bisa menyelesaikan pembebasan tanah, Linda tidak bisa membangun dan kemudian memilih kabur ke Bogor.  


“Saya mendapat tekanan (terus ditagih), sehingga pergi,” ucapnya.


Namun oleh Wakapolresta Makota, AKBP Setyo Koes Heriyanto, pengakuan tersangka itu disangkal. Klaim tersangka tertipu hanya alibi belaka. Karena perumahan sejak awal


BERITA TERKAIT