Dua Jambret Asal Pasuruan Ditembak Polisi, Penadahnya Ikut Diringkus | Berita Terbaru Hari ini

Close

Dua Jambret Asal Pasuruan Ditembak Polisi, Penadahnya Ikut Diringkus

  • 2020-02-20 penulis : Amanda Egatya
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1053
Dua Jambret Asal Pasuruan Ditembak Polisi, Penadahnya Ikut Diringkus Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, saat merilis penangkapan dua jambret dan penadahnya.

Klikapa.com -Petugas Resmob Satreskrim Polres Malang Kota menangkap dua orang pelaku jambret. Mereka diburu dan berhasil ditangkap usai beraksi di Fly Over Arjosari, Selasa (18/2/2020) malam pukul 21.00 lalu.


Kedua tersangka adalah Muhammad Kosim, 33 dan Zainul Arifin, 33 warga Dusun Krajan, Desa Kayoman, Kabupaten Pasuruan.


Bahkan salah satunya terpaksa dilumpuhkan dengan timas panas di kakinya, lantaran melawan ketika akan ditangkap. Selain menangkap dua pelaku jambret ini, polisi juga menangkap dua orang penadah. Masing-masing berinisial S dan A, juga warga Pasuruan.

Pelaku jambret asal Pasuruan yang ditembak kakinya oleh petugas Reskrim Malang Kota.(ipunk)


“Pelaku Kosim sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Akhirnya kami memberikan tindakan tegas dan terukur,” kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, saat merilis kasusnya, Kamis (20/2/2020).


Menurutnya, kedua jambret ini membagi tugas kala beraksi Kosim berperan sebagai joki motor dan Zainul Arifin sebagai eksekutornya. Keduanya saat beraksi berboncengan sepeda motor.


"Keduanya mepet korban. Kemudian memberhentikan dan menarik tas milik korban," jelas dia.


Korban jambret itu melapor ke polisi. Petugas lantas menyelidiki hingga berhasil menangkap pelakunya. Barang bukti yang diamankan adalah satu buah helm, ponsel dan jaket berwarna merah. 


"Hasil interogasi, mereka melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali. Dua kali di wilayah Kabupaten Malang dan sekali di Kota Malang," terangnya.


Akibat perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 365 sub 363 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. 


"Sementara, untuk penadah, kami kenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara," tandasnya.(tea/agp)


BERITA TERKAIT