Negoisasi Buntu Pemkot Malang segera Eksekusi Bangunan 'Pengganggu' Exit Tol Pandaan - Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

Negoisasi Buntu Pemkot Malang segera Eksekusi Bangunan 'Pengganggu' Exit Tol Pandaan - Malang

Negoisasi Buntu Pemkot Malang segera Eksekusi Bangunan 'Pengganggu' Exit Tol Pandaan - Malang Gegara bangunan usaha cucian ini, membuat jalan Ki Ageng Gribig Kota Malang justru menyepit tepat di exit tol Madyopuro.(ipunk)

Klikapa.com -Pemkot Malang segera mengeluarkan ultimatum kepada  pemilik bangunan usaha cucian mobil Jalan Ki Ageng Gribig No 5, Malang. Banugnan ini akan dirobohkan demi kepentikan kelancaran lalu lintas di sekitar exit jalan tol Pandaan-Malang  di wilayah Kota Malang.

Sekda Kota Malang, Wasto menyebutkan bangunan itu segera dieksekusi. Meskipun belum ada kata sepakat antara Pemkot dan pemilik bangunan cucian mobil selama mediasi dilakukan sejak 2014 silam. 

Bulan ini seharusnya pengerjaan tol Pandaan-Malang Seksi V (Exit Tol) di Madyopuro selesai dan bisa dioperasikan.  Karena tenggat waktu inilah Pemkot memilih jalan terakhir yakni pemberitahuan eksekusi. 

Meski begitu surat peringatan eksekusi ini belum dilayangkan. Pasalnya terdapat cara lebih diplomatis yang akan dilakukan.

“Setelah beberapa hari kemarin kami mengundang pihak kepolisian, kejaksaan dan pengelola jalan tol diketahui bahwa pemda boleh melakukan diskresi untuk menyukseskan proyek strategis nasional ini. Maka terhadap orang yang menguasai secara fisik bangunan di sana boleh diberi santunan,” tegas Wasto. 

Dijelaskannya mekanisme santunan ini dikatakannya Wasto berdasarkan diskresi yang dapat dilakukan Pemkot Malang. Ini mengacu pada sebuah peraturan presiden (Perpres) tentang proyek strategis nasional. Tol Pandaan-Malang termasuk salah satu program strategis nasional. Di dalamnya dijelaskan tidak boleh ada hambatan dalam pelaksanaan programnnya. 

Wasto menerangkan lebih jauh dalam beberapa hari ini, ia menginstruksikan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang untuk mengundang jasa penilai. 

“Jasa penilai ini akan menentukan nilai santunan pada pemilik bangunan pada lahan belum terbebas itu. Berapa nilai dari objek yang dikuasai, jasa penilai lah yang akan menentukan secara independen,” papar Wasto. 

“Saya pastikan berapapun nilai nominal santuan dari jasa penilai itulah yang akan kita berikan. Tidak dikurangi atau ditambahi. Itu sudah,” tandas pria yang gemar berolahraga jogging ini. 

Bangunan yang digunakan usaha cucian dan penjuanan suku cadang motor itu, disorot karena dianggap mengganggu jaln kembar Ki Ageng


BERITA TERKAIT