KPAI Pantai Proses Hukum Tindak Kekerasan di SMPN 16 Malang | Berita Terbaru Hari ini

Close

KPAI Pantai Proses Hukum Tindak Kekerasan di SMPN 16 Malang

KPAI Pantai Proses Hukum Tindak Kekerasan di SMPN 16 Malang Komisioner KPAI, Retno Listyarti ketika di Polres Malang Kota.(firman)

MALANG- Penanganan kasus kekerasan yang menimpa MS, siswa SMPN 16 Malang diawasi berbagai pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi Polresta Malang Kota, untuk memastikan proses hukum terhadap anak-anak, Rabu (12/2) kemarin. 

Sementara itu, di gedung DPRD Kota Malang, Komisi D memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.
 

KPAI datang untuk menanyakan penanganan yang dilakukan oleh polisi. Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengungkapkan, kasus ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan anak-anak usia di bawah 13 tahun. Selain itu penanganannya harus sesuai mekanisme peradilan pidana anak. 


"Mulai dari proses pemeriksaan, harus didampingi oleh orangtuanya. Kami ingin memastikan ini, ternyata sudah dilakukan," terang dia.


Kasus Bullying yang berujung tindakan kekerasan itu dialami pelajar berinisal MS, 13, siswa SMPN 16 Kota Malang. Akibat tindak kekerasan oleh teman-temannya itu, MS harus kehilangan salah satu jari kanannya, karena harus diamputasi. Polisi juga sudah menetapkan dua orang temannya sebagai tersangka.


Atas kasus perundungan ini, KPAI memberikan rekomendasi penanganan secara khusu untuk kasus ini. Itu karena baik korban maupun pelaku sama-sama anak-anak. 


"Kami minta hak rehabilitasi anak-anak bisa dilakukan, baik yang sebagai saksi, korban maupun pelaku," kata  Retno.


Termasuk lanjut dia, pemberian pendampingan dan pertimbangan rekomendasi dari psikolog juga diperlukan. "Utamanya terhadap ananda korban, yang paling penting, dia tenang dulu," lanjutnya.


Sementara itu anggota Komisi D DPRD Kota Malang melakukan hearing dengan Kadis Pendidikan Zubaidah. Dalam pertemuan tersebut, dewan mempertanyakan biaya pengobatan MS selama ini termasuk antisipasi kasus yang sama tidak terlulang. 


BERITA TERKAIT