Kesek dan Wakasek SMPN 16 Malang Dicopot dari Jabatannya. Sanksi Khusus untuk Kandisdik | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kesek dan Wakasek SMPN 16 Malang Dicopot dari Jabatannya. Sanksi Khusus untuk Kandisdik

Kesek dan Wakasek SMPN 16 Malang Dicopot dari Jabatannya. Sanksi Khusus untuk Kandisdik Kasek SMPN 16 Syamsul Arifin dicopot dari jabatannya karena dianggap lalai sehingga terjadi kekerasan pada anak didiknya.(ipunk)

Klikapa.com -Dinilai lalai hingga terjadi kasus kekerasan terhadap siswanya, Kepala dan Wakil Kepala Sekola (Kasek dan Wakasek) SMPN 16 Malang, Syamsul Arifin dan Imam Ghozali dicopot dari jabatannya.


Saksi yang diberikan Wali Kota Malang Sutiaji itu juga dikenakan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang, Zubaidah. Yakni  sanksi khusus yang wajib memperbaiki kinerjanya dalam waktu enam bulan.


"Punishment dari internal kami. Sudah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) secara berjenjang," jelas Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (10/2/2020).


Setelah dalam pemeriksaan, Syamsul Arifin dan Imam Ghozali dinilai lalai dalam melakukan pengawasan terhadap siswanya. Sehingga sesuai aturan, kedua pejabat di SMPN 16 Malang itu mendapatkan sanksi tegas. 


"Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah (SMPN 16 Malang) dibebastugaskan. Kami berikan sanksi itu setelah melihat berbagai pertimbangan yang ada," jelas  Sutiaji. 


Tak menutup kemungkinan, guru pendidikan agama dan konselor juga terancam sanksi. "Kami masih memberikan peringatan. Sanksinya seperti apa, masih kita lihat," bebernya.


Sementara sanksi kepada Kadis Pendidikan, Zubaidah, disebutkan sesuai Undang-Undang No 5 tahun 2014. 


"Pelanggarannya karena yang bersangkutan ceroboh membuat statement. Sebab, informasi yang didapat dari sekolah tidak dianalisa lebih dulu dan membuat rancu," jelasnya. 


Sutaji menyebutkan, Zubaidah diberi hukuman khusus. "Kami beri waktu enam bulan untuk memperbaiki kinerjanya," sambung Sutiaji. 


Terkait rangkaian pemeriksaan kepolisian, pihaknya meminta untuk memberikan keterangan secara  terbuka dan tidak ditutup-tutupi. "Kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian," tandas dia.


Namun, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan dengan pendampingan khusus. 


"Sebab, ini menyangkut anak-anak. Harapannya, ada pendampingan hukum dan psikologi bagi para terduga pelaku," jelasnya.


Sampai berita ini diturunkan, Syamsul Arifin dan Zubaidah belum berhasil dikonfirmasi. Sedangkan  Wakil Kepala SMPN 16 Malang, Imam Ghozali hanya memberikan komentar singkat. "Tidak apa-apa. Saya legowo kok," katanya singkat. 


Kasus ini


BERITA TERKAIT