Kemenhub Siapkan Regulasi Baru Konversi Motor-Mobil dari BBM ke Listrik | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kemenhub Siapkan Regulasi Baru Konversi Motor-Mobil dari BBM ke Listrik

  • 10-02-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1836
Kemenhub Siapkan Regulasi Baru Konversi Motor-Mobil  dari  BBM ke Listrik Sosialisasi kendaraan listrik dalam rangka menyambut Formula E 2020 di Jakarta, Jumat (20/9).(dok.cnnindonesia)

Klikapa.com-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah merancang regulasi baru tentang konversi motor dan mobil bermesin pembakaran menjadi berteknologi listrik. Regulasi ini menjadi tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan implementasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menjelaskan salah satu tujuan regulasi itu yakni membantu meringankan beban masyarakat yang ingin memiliki kendaraan listrik namun merasa membeli unit baru kemahalan.

Sampai saat ini penjelasan lebih rinci mengenai regulasi tersebut diketahui secara bertahap. Namun bisa dipahami pemerintah ingin membuat kendaraan konvensional seperti Honda Beat sebagai motor terlaris atau Toyota Avanza sebagai mobil paling laku di Indonesia bisa diubah menjadi kendaraan listrik bila pemiliknya ingin demikian.

"Jadi masyarakat tidak harus investasi secara besar karena motor listrik lumayan ada yang Rp24 juta dan sebagainya. Entar akan dibahas. Supaya masyarakat yang sudah ada [memiliki kendaraan] akan diganti dengan yang menggunakan listrik," jelas Budi di kantornya, Jumat (7/2).

Kepala Sub Direktorat Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Dewanto Purnacandra menjelaskan konversi kendaraan konvensional ke listrik merupakan ide Kementerian Koordinator (Kemenko) Bindang Kemaritiman dan Investasi yang dikepalai Luhut Binsar Panjaitan.

Dewanto bilang Kemenko Maritim dan Investasi ingin regulasi itu membantu populasi kendaraan listrik menjadi semakin banyak. Menurut dia dalam regulasi bakal mengatur tentang konversi motor dan mobil, namun motor yang dikatakan bakal didorong duluan.

"Jadi bisa mobil dan motor, tapi sekarang ini motor dulu dibahasnya. Karena mungkin pengerjaan bakal lebih mudah," ucap Dewanto.

Dewanto menjelaskan saat ini pihaknya sedang merancang regulasi konversi yang dikatakan merupakan turunan dari Perpres 55/2019 dan kemungkinan bentuknya peraturan menteri (PM). Rancangan selanjutnya bakal dibicarakan dengan berbagai kementerian termasuk juga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kepolisian Indonesia, dan juga asosiasi pelaku industri otomotif.

"Kami rancang dahulu, baru setelah itu kami rapatkan bersama," kata


BERITA TERKAIT