Indonesia Stop Impor Hewan Hidup dari china | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Indonesia Stop Impor Hewan Hidup dari china

  • 05-02-2020
  • Editor :junaedi
  • dibaca :3087
Indonesia Stop Impor Hewan Hidup dari china Menteri Perdagangan Agus Suparmanto Stop impor hewan hidup dari China.(dok.antara)

Klikapa.com -Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyatakan pemerintah Indonesia menghentikan impor sementara hewan hidup dari China. Keputusan ini diterapkan usai rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa (4/2/2020).

Hewan-hewan hidup yang biasa diimpor Indonesia antara lain kura-kura, ular, reftil. Kini semuanya stop. Hal ini untuk mengantisipasi risiko penyebaran virus corona yang mewabah di China.

"Keputusan bahwa kita dilarang mengimpor mengenai hewan-hewan yang hidup. Semua yang hewan hidup ya semuanya itu," kata Agus.

Namun, produk-produk selain hewan hidup tak mengalami penghentian impor. Pemerintah memang berencana akan menghentikan impor produk makanan-minuman dari China, tapi belum diputuskan.

"Kalau yang lain nggak. Makanan yang hortikultura itu tidak. Itu jalan," katanya.

Agus mengatakan akan segera menerbitkan aturan ini. Kebijakan ini sambil menunggu evaluasi karena sifatnya hanya sementara.

"Segera. Mungkin setelah putusan ini nanti Februari ini saya keluarkan peraturannya," katanya

Sebagian besar barang impor asal China bukanlah barang konsumsi, melainkan barang modal atau bahan baku untuk industri. Sepanjang 10 bulan pertama tahun 2019, impor barang terbesar dari China adalah peralatan telekomunikasi dan perangkatnya. Bahkan impor bahan makanan tak masuk lima barang impor terbesar RI asal China.

Indonesia juga mengimpor komoditas bahan pangan dari China seperti bawang dan cabai. Misalnya bawang putih, di mana seluruh bawang putih impor di Indonesia berasal dari China dengan nilai USD 332,91 juta pada Januari-Oktober 2019.


Indonesia juga mendatangkan cabai segar dingin dari China senilai US$ 2.100 dalam periode yang sama. Ada pula impor cabai kering tumbuk yang bernilai US$ 4,4 juta. Masih menyangkut cabai, ada juga impor cabai awet sementara senilai US$ 13.990. Selain itu, Indonesia juga mengimpor tembakau asal China senilai US$ 138,53 juta.

Selain dua komoditas di atas Indonesia juga mengimpor berbagai produk makanan hewani seperti ikan beku (HS 0303) yang di dalamnya ada berbagai jenis ikan.
 


BERITA TERKAIT