Ditemu Tewas Mengenaskan, Wanita Ini Hamil Enam Bulan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Ditemu Tewas Mengenaskan, Wanita Ini Hamil Enam Bulan

  • 2020-01-29
  • Editor :junaedi
  • dibaca :705
Ditemu Tewas Mengenaskan, Wanita Ini Hamil Enam Bulan Mendiang Tribuana Tungga Dewi semasa hidup.(ist)

Klikapa.com -Seorang wanita ditemukan tergeletak tak bernyawa di tempat tinggalnya di kawasan Perum Griya Amarta D5, RT 10/RW 09, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kondisi jasadnya mengenaskan dan di sekitarnya di ditemukan ceceran darah dan barang yang berserakan.

Wanita yang diidentifikasi bernama Tribuana Tungga Dewi, 20, warga asal Perum Wilis Indah, RT 06/RW06, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu kondisinya cukup mengenaskan.

Menurut Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, kasus ini sedang dalam penyelidikannya. Menyusul tim Inavis yang telah melakukan olah TKP dan identifikasi korban. 

"Kita temukan indikasi yang bersangkutan bunuh diri. Sebab di lokasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban bukan mahasiswa dan dia ini tinggal di rumahnya sendiri," jelas Leo panggilan akrabnya kepada wartawan, Rabu, (29/1/2020).

Yang mengejutkan, saat  petugas usai mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit, diketahi wanita malang itu sedang mengandung. Janin yang ada dalam kandungannya diperkiran berusia enam bulan.

"Saat ditemukan awal belum ditemukan (hamil), namun saat sudah dibawa ke rumah sakit janinnya keluar. Kalau untuk meninggalnya sudah lebih dari satu hari. Namun untuk lebih pastinya kita masih menunggu hasil visum," jelas Leo.

Polisi sempat kesulitan untuk mengungkap di balik kematian korban. Pasalnya, keluarga yang sudah dihubungi, merasa keberatan jenazah korban untuk diotopsi. 

"Kita juga masih menunggu pihak keluarga yang datang dari Medan. Tapi di sini ada paman korban yang keberatan korban diotopsi. Tapi kalau nanti ibu korban juga keberatan maka kami akan buatkan surat pernyataan dari pihak keluarga kalau suatu saat di kemudian hari ditemukan adanya indikasi pidana atau ada yang melakukan komplain maka kita akan bongkar makamnya." 

Informasi di lapangan, korban pertama kaki diketahui meninggal oleh salah seorang keluarga yang menjenguknya, Selasa (28/1/2020). Sebab, sejak Minggu (26/1), orangtua korban yang berada di Medan tidak bisa menghubunginya. 

Orangtua korban meminta


BERITA TERKAIT